BALIEXPRESS.ID – Sebuah rumah warga di Banjar Dinas Lalang Linggah, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, mengalami kebakaran pada Kamis (22/1/2026) sore.
Kebakaran yang terjadi menjelang malam itu menghanguskan bangunan rumah semi permanen milik seorang buruh bernama Nyoman Merta, 55.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 17.10 Wita. Informasi kebakaran pertama kali diterima oleh jajaran Polsek Sukasada, yang kemudian langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan rumah yang terbakar merupakan bangunan semi permanen berukuran sekitar 6 x 8 meter.
Struktur rumah sebagian besar menggunakan rangka kayu dengan atap seng, sehingga api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian bangunan.
“Kebakaran diketahui pertama kali oleh seorang anak bernama Putu Rian Arta Wiguna,12, yang baru pulang bermain. Saksi melihat asap tebal keluar dari dalam rumah dan sempat mengira ada aktivitas memasak,” ujar Yohana, Jumat (24/1/2026).
Merasa curiga, saksi kemudian mendekati rumah dan berusaha membuka pintu dapur.
Pintu tersebut terasa sangat panas. Menyadari adanya kebakaran, saksi segera memberi tahu neneknya, Ni Wayan Sari, serta anggota keluarga lainnya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Saksi lain, Komang Swartana, turut membantu proses penyelamatan barang-barang sebelum api semakin membesar.
Ia sempat menyelamatkan sejumlah barang milik korban, seperti kasur, pakaian, tas, serta beberapa dokumen penting. Sebagian besar isi rumah tidak dapat diselamatkan karena api cepat membesar.
Berdasarkan keterangan istri korban, Kadek Kembir Sariani, 45, sebelum kejadian ia sempat memasak di dapur. Karena lampu dapur dalam kondisi mati, ia menyalakan lilin sebagai penerangan.
Lilin tersebut diletakkan di atas lemari dan diduga lupa dipadamkan saat meninggalkan rumah.
“Penyebab sementara kebakaran diduga berasal dari lilin yang masih menyala dan diletakkan di atas lemari, sehingga api dengan cepat menjalar ke bagian rumah lainnya,” jelas Yohana.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang milik korban hangus terbakar, di antaranya satu unit televisi, empat lemari, kasur, berbagai perabot rumah tangga, serta dokumen penting seperti kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. (*)
Editor : I Made Mertawan