Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Bangli Mantangkan Rencana Rumah Jabatan Berarsitektur Bali, Sedana Arta: Ini Bukan Bentuk Kesombongan

I Made Mertawan • Minggu, 25 Januari 2026 | 21:00 WIB
Rumah jabatan Bupati Bangli dirancang berarsitektur Bali.
Rumah jabatan Bupati Bangli dirancang berarsitektur Bali.

BALIEXPRESS.ID – Pemkab Bangli semakin mantap membangun rumah jabatan bupati dengan konsep arsitektur Bali, yakni sikut satak khas Bangli.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menegaskan bahwa pembangunan ini bukan untuk menampilkan kemewahan atau kesombongan.

Sedana Arta dalam Forum Group Discussion (FGD) Sabtu (24/1/2026) mengungkapkan bahwa pembangunan rumah jabatan merupakan bentuk tanggung jawab moral pemerintah untuk melestarikan warisan budaya adiluhung bagi generasi mendatang.

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp29 miliar. “Ini bukan bentuk kesombongan, bukan juga bentuk kemewahan yang akan ditampilkan, tetapi lebih kepada bentuk tanggung jawab moral untuk anak cucu kita ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada rumah jabatan di Bali yang dibangun menggunakan konsep sikut satak.

Oleh karena itu, rumah jabatan Bupati Bangli ini berpotensi menjadi yang pertama di Bali.

“Kabupaten bangli ini memang dari sejarahnya dulu adalah salah satu pusat peradaban termasuk juga dari sisi arsitektur bangunannya, maka muncullah ide untuk pelestarian bangunan sikut satak khas bangli,” jelas Sedana Arta.

Ia menegaskan, pembangunan rumah jabatan ini diarahkan sebagai upaya pelestarian sekaligus edukasi bagi masyarakat.

Tidak menutup kemungkinan, bangunan ini ke depan bisa menjadi daya tarik wisata.

Menurut bupati asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut, itu, konsep sikut satak kini sudah sangat jarang dibuat oleh masyarakat.

“Hadirlah pemerintah sekaligus rumah jabatan sebagai wujud komitmen pelestarian,” tambah politikus PDIP itu.

Untuk mendukung pembangunan tersebut, total lahan yang disiapkan mencapai 50 are.

Lahan yang ada saat ini diperluas dengan memanfaatkan area di bagian belakang yang sebelumnya merupakan rumah jabatan Sekda, kepala dinas, dan pejabat lainnya.

Bangunan-bangunan lama itu disebut sudah hampir 10 tahun tidak berfungsi dan dalam kondisi rusak.

“Rumah jabatan ini akan menjadi ikon, bahkan kebanggaan masyarakat bangli,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak konsultan perencana mengungkapkan bahwa rumah jabatan ini dirancang untuk mencerminkan budaya Bali pada umumnya, dan Bangli khususnya.

Bangunan menggunakan konsep sikut satak secara lengkap, dengan pembagian area menjadi tiga, yakni nista, madya, dan mandala. Diharapkan, rumah jabatan ini dapat menjadi etalase kebudayaan Bangli.

Kepala Bagian Umum Setda Bangli, I Putu Gede Surya Pujawan, sebelumnya mengungkapkan, Pemkab Bangli memutuskan membangun rumah jabatan karena kondisi bangunan sekarang sudah memprihatinkan untuk level bupati.  

Sejumlah bagian bangunan telah keropos. Kebocoran atap kerap terjadi meski telah beberapa kali diperbaiki. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bangli #rumah jabatan #sikut satak #sedana arta #arsitektur bali