Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nasib Apes Peternak Babi di Buleleng, 8 Ekor Kucit Dicuri dalam Semalam  

Dian Suryantini • Senin, 26 Januari 2026 | 06:48 WIB
Penyelidikan yang dilakukan Polsek Gerokgak atas hilangnya ternak warga di Desa Banyupoh, Buleleng.
Penyelidikan yang dilakukan Polsek Gerokgak atas hilangnya ternak warga di Desa Banyupoh, Buleleng.

BALIEXPRESS.ID – Keresahan menyelimuti warga Banjar Dinas Geria, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, setelah aksi pencurian ternak menyasar permukiman warga pada Jumat (23/1/2026) dini hari.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak delapan ekor anak babi (kucit) milik dua orang peternak yang masih satu keluarga raib digondol maling dalam satu malam.

Pelaku berhasil melancarkan aksinya dengan memanfaatkan rimbunnya kebun anggur.

Polsek Gerokgak kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga merupakan spesialis pencuri ternak.

Aksi pencurian ini pertama kali terendus oleh korban, Gede Sutama, pada Jumat pagi sekitar pukul 08.30 Wita.

Seperti rutinitas biasanya, Sutama menuju ke kandang yang terletak di area pekarangan rumahnya untuk memberi pakan.

Ia dikejutkan dengan kondisi pintu kandang yang sudah dalam keadaan terbuka lebar.

Kecurigaan semakin memuncak saat ia melihat beberapa anak babi miliknya justru berkeliaran di luar kandang tanpa pengawasan. 

"Saat dilakukan pengecekan mendalam, dari total delapan ekor anak babi yang ada di dalam kandang, hanya tersisa dua ekor saja. Enam ekor lainnya hilang tanpa jejak," ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana, saat dikonfirmasi pada Minggu (25/1/2026).

Sadar menjadi korban pencurian, Sutama segera teringat akan kandang babi milik ayahnya, Ketut Suparta, yang lokasinya hanya terpaut sekitar 15 meter dari kandang miliknya.

Kecurigaannya terbukti benar. Setelah diperiksa bersama sang ayah, dua ekor anak babi milik Ketut Suparta juga raib dari tempatnya.

Modus operandi pelaku diduga dilakukan dengan memanfaatkan situasi malam hari yang sepi.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, pelaku disinyalir masuk melalui area kebun anggur yang mengelilingi rumah korban agar tidak terpantau oleh warga sekitar maupun pemilik rumah.

"Pelaku diduga masuk ke pekarangan melalui kebun anggur pada tengah malam saat pemilik rumah terlelap. Mereka mengambil anak babi yang secara ukuran memang lebih mudah untuk dibawa kabur dengan cepat," jelas Yohana.

Bagi peternak kecil di desa, kucit merupakan aset modal yang tengah dipersiapkan untuk masa panen mendatang.

Gede Sutama kehilangan 6 ekor anak babi dengan estimasi kerugian mencapai Rp3,5 juta.

Sementara, Ketut Suparta kehilangan 2 ekor anak babi dengan estimasi kerugian sekitar Rp1,2 juta.

Hingga saat ini, Unit Reskrim Polsek Gerokgak masih terus mendalami kasus ini. Polisi telah melakukan olah TKP, mengumpulkan sejumlah keterangan dari para korban, serta mencari saksi-saksi potensial di sekitar Banjar Dinas Geria yang mungkin melihat aktivitas mencurigakan pada malam kejadian.

"Kami masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman di lapangan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para peternak, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pastikan kandang terkunci dengan baik dan jika memungkinkan, berikan penerangan yang cukup di area ternak," tambah Yohana. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pencurian #peternak babi #buleleng