SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pagi itu, Senin (26/1) sekitar pukul 09.00 WITA, suasana Banjar Dinas Ketug-Ketug, Desa Jinengdalem, terasa berbeda. Bhabinkamtibmas Desa Jinengdalem, Aipda Gede Mertayasa, datang bukan membawa instruksi atau imbauan, melainkan empati. Tujuannya menyapa dan menguatkan Wayan Mudri, 70, seorang lansia kurang mampu yang telah tiga tahun terakhir terbaring akibat stroke.
Tubuh renta Wayan Mudri terbaring lemah di dalam rumah sederhana. Hari-harinya diisi dengan keterbatasan gerak dan ketergantungan penuh pada keluarga. Bagi keluarganya, kondisi ini bukan sekadar ujian kesehatan, tetapi juga beban psikologis dan ekonomi yang terus menggerus ketahanan mereka.
Melalui program Polri Peduli, Bhabinkamtibmas menyerahkan bantuan paket sembako dan kebutuhan dasar. Nilainya mungkin sederhana, namun maknanya jauh lebih dalam. Bantuan tersebut bukan sekadar upaya meringankan kebutuhan harian, tetapi simbol kehadiran negara yang melihat, mendengar, dan peduli.
Aipda Gede Mertayasa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri di tengah masyarakat. “Kami ingin hadir bukan hanya saat ada masalah keamanan, tetapi juga ketika warga sedang membutuhkan dukungan dan perhatian. Kepedulian adalah bagian dari pengabdian kami,” ujarnya.
Kapolsek Singaraja, Kompol Gede Juli, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan implementasi dari arahan pimpinan Polri agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
“Polri harus hadir sebagai sahabat masyarakat. Penegakan hukum penting, tetapi kepedulian dan empati adalah fondasi kepercayaan publik. Melalui Polri Peduli, kami ingin memastikan bahwa warga yang rentan tidak merasa ditinggalkan,” tegasnya.
Kunjungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga Wayan Mudri. Raut haru tak dapat disembunyikan saat mereka menerima bantuan dan perhatian langsung dari aparat kepolisian. Salah satu anggota keluarga mengaku terharu atas kunjungan tersebut.
“Bagi kami, kedatangan Bapak Bhabinkamtibmas adalah penguat. Bantuan ini bukan hanya soal sembako, tetapi tentang rasa diperhatikan dan tidak dilupakan,” ungkapnya lirih.
Editor : Dian Suryantini