BALIEXPRESS.ID – Yayasan Dwijendra memasuki usia ke-73 tahun. Puncak HUT dirayakan Rabu (28/1/2026) di Jalan Kamboja Nomor 17, Denpasar.
Acara begitu meriah, bahkan spektakuler dengan beragam pementasan di pangung megah.
Dibuka dengan Tarian Mahabajra Dwijendra, kemudian dilanjutkan penampilan janger dan pementasan barong.
Saat pemotongan tumpeng dan kue tar, gegap gempita keseruan terjadi dari siswa hingga undangan, tambah seru lagi ketika ada ledakan kembang api.
Selain dari yayasan, hadir banyak undangan dari unsur Disdikpora Bali, Disdikpora Denpasar dan banyak lagi.
Sambutan Ketua Pengurus Yayasan Dwijendra Dr. I Nyoman Satia Negara, SH.MH dengan tegas mengatakan bahwa Yayasan Dwijendra akan terus berbenah untuk menjadi yang terbaik.
”Capaian – capaian gemilang kami dalam dunia pendidikan, luar biasa. Namun tekad kami kuat, untuk terus berbenah untuk mencapai yang terbaik,” tegas Satia Negara.
Pensiunan birokrat Pemprov Bali ini juga mengatakan dalam hal dunia pendidikan, Yayan Dwijendra mengedepankan pendidikan karakter, keahlian dan pengetahuan.
Kurikulum yang diterapkan di Yayasan Dwijendra menggunakan lima bahasa.
“Lima bahasa yang kami gunakan adalah Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin,” sambungnya disambut tepuk tangan bergemuruh.
Satia Negara juga menjelaskan, rangkaian HUT Yayasan Dwijendra yang ke-73 sudah berlangsung lama dengan beragam aktivitas dan lomba.
Salah satunya yang menjadi kebanggaan Dwijendra adalah lomba Jegeg Bagus.
Sembahyang bersama, termasuk juga kunjungan ke panti asuhan dan ke panti jompo.
Usai sambutan dilanjutkan dengan acara hiburan, dentuman musik muncul dari Barong Boys, dilanjutkan dengan hiburan penuh ceria dari penyanyi Bagus Wirata hingga penampilan musik rock alternatif mebase Bali dari Lolot Band. (*)
Editor : I Made Mertawan