BALIEXPRESS.ID - Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja menorehkan momentum penting dalam perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Institut Mpu Kuturan yang digelar pada Jumat, (30/1). Acara ini bukan sekadar seremoni struktural, tetapi juga menjadi penanda penguatan sumber daya akademik yang berkomitmen pada pengembangan ilmu agama dan kebudayaan Hindu.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam momentum tersebut adalah Dr. Ayu Veronika Somawati, M.Fil.H., yang secara resmi dilantik sebagai Ketua Program Studi S2 Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Institut Mpu Kuturan.
Kehadirannya merepresentasikan figur akademisi muda yang produktif, visioner, dan memiliki kepedulian kuat terhadap isu-isu strategis umat dan lingkungan.
Pelantikan ini terasa semakin bermakna karena berdekatan dengan capaian akademik prestisius yang baru saja diraih Ayu Veronika.
Pada akhir 2025 lalu, perempuan asal Bangli ini berhasil menyandang gelar doktor ilmu agama setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pemuliaan Danau Batur Dalam Kepercayaan Masyarakat Hindu di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli.”
Melalui disertasi tersebut, Ayu Veronika mengangkat Danau Batur tidak hanya sebagai entitas geografis, tetapi sebagai ruang sakral yang memiliki makna teologis, ekologis, dan kultural bagi masyarakat Hindu setempat. Kajian ini memperlihatkan keterkaitan erat antara ajaran agama, kearifan lokal, dan upaya pelestarian lingkungan hidup.
Baca Juga: Tampung Keluhan Masyarakat, Polres Gianyar Gelar Orti Krama Bali di Desa Blangsinga
Ketertarikan Ayu Veronika pada isu lingkungan hidup berangkat dari kesadarannya bahwa krisis ekologis merupakan persoalan global yang membutuhkan pendekatan lintas disiplin, termasuk perspektif agama. Menurutnya, kualitas lingkungan memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas hidup manusia, sehingga pelestarian alam sejatinya merupakan bagian dari praktik keimanan.
Perjalanan akademik Ayu Veronika juga tak lepas dari latar belakangnya sebagai alumni Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, yang kini bertransformasi menjadi Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Semasa mahasiswa, ia dikenal aktif berorganisasi, salah satunya tergabung dalam Resimen Mahasiswa (Menwa), yang membentuk karakter disiplin dan kepemimpinan.
Kombinasi antara pengalaman akademik, aktivitas organisasi, dan kepekaan sosial menjadikan Ayu Veronika figur yang dinilai tepat memimpin Program Studi S2 Ilmu Agama dan Kebudayaan. Ia diharapkan mampu mendorong penguatan riset, publikasi ilmiah, serta pengembangan kajian keagamaan yang kontekstual dengan tantangan zaman.
Prosesi pelantikan pejabat IMK juga mendapat kehormatan dengan kehadiran langsung Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. Kehadiran Dirjen Bimas Hindu menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap penguatan institusi pendidikan Hindu di Indonesia.
Turut hadir pula Direktur Pendidikan Agama Hindu, Prof. I Ketut Sudarsana, yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi Hindu dalam melahirkan pemikir dan pemimpin yang berlandaskan nilai-nilai dharma, keilmuan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dengan dilantiknya pejabat-pejabat baru, termasuk Dr. Ayu Veronika Somawati, Institut Mpu Kuturan optimistis melangkah ke depan sebagai pusat pengembangan ilmu agama dan kebudayaan Hindu yang unggul, relevan, dan berakar kuat pada kearifan lokal Nusantara. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara capaian akademik, pengabdian institusional, dan visi keberlanjutan bagi masa depan.*