BALIEXPRESS.ID - Trafik penumpang yang tinggi sepanjang 2025 menjadi perhatian serius Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Selama tahun tersebut, bandara kebanggaan Bali ini tercatat melayani sekitar 24,1 juta penumpang, sekaligus menegaskan perannya sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia.
Kondisi itu mendorong PT Angkasa Pura Indonesia untuk terus melakukan pembenahan demi menjaga kualitas layanan dan kenyamanan pengguna jasa.
Berbagai upaya peningkatan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, mulai dari revitalisasi area terminal, peningkatan estetika, hingga penambahan sejumlah fasilitas utama dan pendukung.
Baca Juga: Komang Dyah Setuti Resmi Gantikan Almarhum Ray Yusha sebagai Anggota DPRD Bali
Langkah ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan bandara yang lebih tertata, nyaman, serta mencerminkan peran strategis Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai pintu gerbang pariwisata Bali dan Indonesia.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan bahwa pembaruan fasilitas merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pengelola bandara dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi penumpang.
"Beberapa perubahan dan penambahan fasilitas sudah dapat dinikmati penumpang, seperti hand baggage trolley, baby stroller, penambahan kursi yang dilengkapi stasiun pengisian daya, kios check-in mandiri, serta peningkatan bandwidth Wi-Fi," ujarnya, Sabtu (31/1).
Ia menambahkan, tingginya volume pergerakan penumpang menuntut optimalisasi layanan secara berkelanjutan.
Baca Juga: DPRD Tabanan Sidak Vila di Kediri: Temukan Pelanggaran Sepadan Sungai dan LSD
“Dengan tingginya trafik penumpang, kami terus berupaya memastikan layanan bandara tetap optimal. Salah satunya, informasi penunjuk arah atau signage di terminal domestik dan internasional kini menggunakan empat bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, Mandarin, dan terbaru, bahasa Arab."
Menurut Nugroho Jati, peningkatan kualitas layanan juga menjadi bagian dari kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam mengikuti penilaian internasional melalui ajang World Airport Awards yang digelar Skytrax.
“Keikutsertaan dalam penilaian Skytrax menjadi momentum untuk mengukur kualitas layanan kami yang dinilai langsung oleh pengguna jasa. Hasil pengukuran ini juga menjadi bahan evaluasi untuk terus berbenah dan memperkuat posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai di tingkat global. Saat ini, bandara kami berada di peringkat 72 dari 171 bandara dunia. Kami berharap dapat meningkatkan peringkat tersebut pada tahun ini,” lanjutnya.
Untuk menunjang proses penilaian tersebut, pihak bandara juga mengajak masyarakat dan pengguna jasa berpartisipasi aktif melalui survei kepuasan Skytrax.
"Kami memohon dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat untuk turut serta dalam survei ini, agar kami dapat terus meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan kebutuhan penumpang yang terus berkembang," pungkas Nugroho.
Sebagai catatan, World Airport Awards yang diselenggarakan Skytrax merupakan ajang penghargaan bergengsi di industri kebandarudaraan dunia.
Baca Juga: Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk Sulinggih di Gianyar Mulai Disalurkan
Sejak pertama kali digelar pada 1999, penghargaan ini dikenal independen dan menjadi rujukan global dalam menilai kualitas bandara.
Penilaian dilakukan berdasarkan sedikitnya 330 indikator, meliputi tata letak dan desain terminal, kenyamanan, kebersihan, pemeliharaan fasilitas, hingga kualitas layanan petugas bandara.(***)
Editor : Rika Riyanti