BALIEXPRESS.ID- Operasi Keselamatan Agung Tahun 2026 digelar di wilayah hukum Polres Tabanan pada 2-15 Februari 2026.
Operasi ini melibatkan petugas gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, Dinas perhubungan, TNI, Jasa Raharja dan Dinas kesehatan.
Wakapolres Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja, saat apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Agung Tahun 2026 yang digelar di lapangan apel Tathya Dharaka Polres Tabanan, menyebutkan ada beberapa fokus dalam operasi keselamatan tahun ini.
“Ada beberapa sasaran operasi akan menitikberatkan pada beberapa hal, mulai dari pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan fatalitas Laka Lantas hingga mengatasi titik kemacetan yang ada di Kabupaten Tabanan,” jelasnya.
Selain itu, dikatakan Surya Atmaja, terjadinya peningkatan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada 2025 di Kabupaten Tabanan juga menjadi perhatian khusus, karena selain menyebabkan korban jiwa maupun kerugian materiil juga berdampak langsung terhadap Citra pariwisata Bali.
“Adanya peningkatan angka laka lantas selama tahun 2025 sebesar 2 persen, tidak bisa kita anggap hal biasa, karena secara langsung membawa dampak pada citra pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait titik kemacetan di Kabupaten Tabanan, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Tabanan, AKP Anton Suherman, menjelaskan bahwa di Kabupaten Tabanan ada sebanyak 12 titik kemacetan yang menjadi perhatian khusus Polres Tabanan.
Titik kemacetan itu mulai dari Simpang Dadakan, Simpang Abiantuwung, Simpang Koripan, Simpang Taman Sekar.
Kemudian depan Masjid Al-Huda Kediri, Simpang Universitas Tabanan, Simpang Traffic Light Kediri, Simpang Pasar Hewan, Simpang Gerokgak, Simpang Rindam, Simpang Gedung DPRD Tabanan, dan Simpang Wagimin.
“Karena itu, sasaran operasi kali ini menitikberatkan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan fatalitas lalu lintas hingga kemacetan panjang di Wilayah Hukum Polres Tabanan,” jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan