BALIEXPRESS.ID – Sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Banjar Dinas Timur Jalan, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, ludes pada bagian atap setelah diamuk si jago merah.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (2/2/2026) petang sontak berubah menjadi kepanikan warga.
Kobaran api mulai diketahui sekitar pukul 17.30 Wita. Bangunan permanen milik M. Yasin, 56, tersebut sejatinya sedang dihuni oleh seorang buruh harian lepas bernama Hanan, 30.
Namun saat musibah terjadi, bangunan dalam kondisi sunyi tanpa penghuni, sehingga kobaran api sempat tak terkendali di menit-menit awal.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan Tim UKL Polsek Sukasada yang dipimpin Paping Aiptu Wayan Retiasa sesaat setelah laporan warga diterima.
"Personel langsung melakukan pengamanan di lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi. Berdasarkan pantauan awal, titik api diduga kuat berasal dari area dapur," ungkap Yohana saat memberikan keterangan resmi pada Selasa (3/2/2026).
Sejumlah saksi mata memberikan kesaksian terkait cepatnya perambatan api. Hayatullah, 43, salah satu warga setempat, mengaku melihat gumpalan asap hitam pekat yang disusul api dari arah belakang rumah.
Senada dengan hal tersebut, tetangga korban bernama Mohamad Lazim, 60 menceritakan bahwa sekitar pukul 17.20 Wita, hawa panas mulai terasa hingga ke rumahnya.
"Hanya berselang beberapa menit setelah api terlihat di atap, terdengar suara dentuman keras. Itu rupanya plafon dan kerangka kayu bangunan yang sudah hangus kemudian runtuh ke lantai," ujar Lazim.
Pemilik rumah, M. Yasin, mengaku sangat terkejut menerima kabar tersebut.
Ia yang saat itu sedang berada di lokasi yang cukup jauh dari tempat kejadian, baru mengetahui rumahnya terbakar setelah dihubungi oleh kerabat dan warga sekitar.
Meski bangunan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap dan plafon yang ambruk total, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Mengenai pemicu kebakaran, Yohana menegaskan pihak Polsek Sukasada masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari bukti-bukti otentik.
"Penyebab pastinya masih didalami oleh tim penyidik. Kami belum bisa memastikan apakah ini murni akibat korsleting arus listrik atau ada faktor lain dari aktivitas dapur yang tertinggal. Mengingat saat itu rumah kosong, kami harus memeriksa sisa instalasi dan kondisi dapur secara saksama," tambahnya.
Kini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, mengingat struktur atap bangunan harus direnovasi total. (*)
Editor : I Made Mertawan