Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Melalui Jelantik, FAD Denut Upayakan Lestarikan Budaya dan Permainan Tradisional

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 4 Februari 2026 | 13:46 WIB
FAD Denut saat menggelar kegiatan Jelantik dalam bentuk pelatihan tari Pendet di Kantor Camat Denpasar Utara, beberapa waktu lalu.
FAD Denut saat menggelar kegiatan Jelantik dalam bentuk pelatihan tari Pendet di Kantor Camat Denpasar Utara, beberapa waktu lalu.

BALIEXPRESS.ID - Perkembangan zaman di era digitalisasi sejatinya membawa banyak manfaat baik, namun juga memunculkan dampak negatif.

Salah satu dampak adalah muculnya pergeseran budaya dan perilaku masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut Forum Anak Daerah Kecamatan Denpasar Utara (FAD Denut) membuat sebuah kegiatan yang bertajuk Jelantik (Jelajah Seni dan Tradisi Khas) Bali.

Jelantik pun telah digelar pada 23-24 Januari 2026 dengan kegiatan belajar Tari Bali dan mengenalkan permainan tradisional.

Untuk tarian yang dipilih yakni Tari Pendet, sedangkan permainan tradisional, yakni Penyu Metaluh dan Kulkuk.

Ketua FAD Denut, Ni Putu Keysia Aurellia Falisha mengatakan, di era digitalisasi banyak pergeseran perilaku di kalangan anak-anak dan remaja, seperti dalam berinteraksi kebanyakan kini menggunakan gadget.

Menjawab tantangan dan permasalahan akibat perkembangan kemajuan jaman tersebut digelarlah Jelantik.

“Program ini digelar sebagai upaya memperkenalkan dan mengajak generasi muda mencintai serta menekuni Budaya Bali,” ujar Keysia, Rabu (4/2).

Siswi kelas XII SMA Negeri 3 Denpasar ini menyebutkan, program FAD Denut di periode 2025/2027 khusus menyasar bidang seni tari dan permainan tradisional.

Kegiatan Jelantik diikuti ratusan siswa SD Negeri 17 Dauh Puri dan SD Negeri 5 Tonja yang dihelat di Kantor Camat Denpasar Utara dan Wantilan Pura Lokanatha.

Jelantik hari pertama berupa pengenalan materi gerak dasar dan praktik Tari Pendet.

“Giat yang diikuti siwa SDN 17 Dauh Puri ini dipandu kolaborator, yakni perwakilan Ekstrakurikuler Wong Samar SMA Negeri 8 Denpasar,” ungkapnya.

Tari Pendet pun dipilih karena merupakan salah satu tari tradisional Bali yang mudah dipelajari oleh pemula, khususnya anak-anak sekolah dasar.

Kegiatan ini pun diharapkan akan mempermudah peserta memahami serta melestarikan seni tari Bali.

Hal tersebut tampak dari antusiasme yang tinggi dalam mempelajari setiap gerakan yang diberikan.

“Tak hanya itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil latihan mereka dalam bentuk pagelaran sederhana,” terangnya.

Keysia menjelaskan, untuk permainan tradisional berkolaborasi dengan Sanggar Kukuruyuk dengan siswa SD Negeri 5 Tonja.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, anak-anak semakin jarang mengenal permainan tradisional. Selain sebagai sarana hiburan, permainan tradisional juga mampu menanamkan nilai kerja sama, sportivitas, dan kemampuan bersosialisasi.

Pada kegiatan ini, kolaborator memperkenalkan dua permainan tradisional, yaitu Penyu Mataluh dan Kulkuk, yang jarang diketahui oleh anak-anak zaman sekarang.

Para siswa tampak aktif dan bersemangat mengikuti instruksi gerakan dan lagu yang menjadi ciri khas kedua permainan tersebut.

Melalui kegiatan Jelantik, Forum Anak Kecamatan Denpasar Utara periode 2025/2027 berharap dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian generasi muda terhadap budaya Bali.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan eksistensi permainan tradisional agar tetap lestari,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#bali #denpasar #FAD #tradisi #Jelantik