BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Provinsi Bali kembali menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan sampah, terutama sampah kiriman yang kerap mencemari kawasan pesisir.
Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus keberlanjutan pariwisata Bali.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam kegiatan kerja bakti (korve) pembersihan sampah laut di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Jumat (6/2).
Kegiatan bersih pantai tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Baca Juga: HUT ke-18 Gerindra di Bali, De Gadjah: Kompak, Bergerak, Berdampak
Aksi ini dilaksanakan serentak di Pantai Kelan, Pantai Kedonganan, dan Pantai Jimbaran.
Meski diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Pemerintah Provinsi Bali memberikan perhatian khusus mengingat Bali merupakan barometer pariwisata nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Badung segera membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani sampah kiriman di kawasan pantai.
Satgas tersebut diminta siaga penuh setiap hari, khususnya pada musim hujan saat volume sampah meningkat signifikan.
Baca Juga: Mengenal Kerajinan Keramik Pejaten Tabanan, Pemenang Lomba Desa Ekspor yang Tembus Eropa
“Setiap saat harus ada petugas di sini. Truk ada, alat berat ada. Begitu sampah datang langsung diambil, dikumpulkan, diangkut ke truk, lalu dibawa ke TPA. Tidak boleh menunggu sampai menumpuk,” tegas Koster saat diwawancarai di Pantai Kedonganan.
Ia menilai, penanganan sampah pantai selama ini belum maksimal karena tidak adanya petugas yang berjaga secara rutin.
Padahal, sampah kiriman dapat datang sewaktu-waktu mengikuti kondisi arus laut dan cuaca.
Oleh karena itu, Koster menekankan pentingnya sistem pengawasan berkelanjutan dan respons cepat agar kebersihan pantai tetap terjaga.
Lebih lanjut, Koster menyatakan Pemerintah Provinsi Bali akan terus melakukan pengawasan serta mendorong pemerintah kabupaten/kota agar lebih disiplin dan konsisten dalam pengelolaan sampah.
Menurutnya, Bali tidak boleh kalah oleh persoalan sampah karena kebersihan lingkungan merupakan fondasi utama pariwisata berkelanjutan dan kualitas hidup masyarakat.
Aksi bersih pantai ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, akademisi Universitas Udayana, organisasi masyarakat sipil, komunitas lingkungan, hingga sektor swasta.
Baca Juga: Sie Dokkes Polres Gianyar Gelar Patroli Kesehatan ke Polsek Ubud
Dukungan internasional juga tampak melalui kehadiran perwakilan kedutaan besar Inggris, Kanada, Denmark, dan Belanda.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah.
Ia menilai persoalan sampah tidak bisa diselesaikan melalui kegiatan seremonial semata, melainkan membutuhkan penanganan yang sistematis, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh pihak.
Hanif juga menyoroti peran strategis Bali sebagai etalase nasional.
Baca Juga: Badung Promo Tani, Strategi Pemkab Badung Bangkitkan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian
Menurutnya, jika kebersihan Bali tidak terjaga, maka citra pariwisata Indonesia secara keseluruhan akan terdampak.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Terkait penegakan hukum, Hanif mengingatkan bahwa pemerintah daerah yang lalai dalam pengelolaan sampah dapat dikenai sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dengan ancaman hukuman 4 hingga 10 tahun penjara.
Ia menegaskan bahwa kewenangan utama pengelolaan sampah berada di tingkat kabupaten/kota, sementara gubernur berperan sebagai pengawas teknis.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana menyampaikan bahwa penanganan sampah di destinasi wisata akan terus diperkuat melalui integrasi Gerakan Wisata Bersih ke dalam Gerakan Indonesia ASRI.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali yang menjadikan kebersihan lingkungan sebagai prioritas pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Widiyanti juga mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam aksi bersih pantai sejak pagi hari.
“Kehadiran berbagai elemen masyarakat mencerminkan kepedulian nyata terhadap lingkungan tempat hidup dan bekerja, khususnya di kawasan destinasi wisata,” ungkap Menpar.
Baca Juga: Percepat Program 3 Juta Rumah, Menteri PKP Apresiasi Peran Strategis BRI
Ia menegaskan Bali merupakan permata pariwisata Indonesia sekaligus wajah utama pariwisata nasional di mata dunia.
“Citra Indonesia sebagai destinasi wisata global, sangat lekat dengan Bali, sehingga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat,” ajaknya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, penanganan sampah ditegaskan bukan sekadar agenda sesaat, melainkan komitmen jangka panjang untuk menjaga Bali tetap bersih, lestari, dan layak sebagai destinasi wisata kelas dunia.(***)
Editor : Rika Riyanti