Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sasar Ibu-Ibu PKK, Penyuluhan Tentang Palemahan Gencar Dilaksanakan di Desa Adat Jaang

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 8 Februari 2026 | 19:04 WIB
PENYULUHAN : Penyuluhan tentang konsep palemahan di Desa Adat Jaang, Desa Buahan, Kecamatan Payangan.
PENYULUHAN : Penyuluhan tentang konsep palemahan di Desa Adat Jaang, Desa Buahan, Kecamatan Payangan.

BALIEXPRESS. ID– Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar berkomitmen dalam menjaga keharmonisan antara manusia dan alam melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang dikemas menyatu dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (8/2) di wilayah Desa Adat Jaang, Desa Buahan, Kecamatan Payangan.

Bimbingan dan penyuluhan kali ini mengangkat materi bertema “Alam yang Indah, Pikiran pun Bahagia”, yang menekankan pentingnya konsep palemahan sebagai salah satu unsur utama Tri Hita Karana. Materi ini disampaikan untuk menumbuhkan kesadaran umat Hindu agar semakin peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari praktik keagamaan sehari-hari.

Penyuluh Agama Hindu, Ni Wayan Seri Nuryanti, menyampaikan bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban moral dan spiritual umat. Menurutnya, alam yang terjaga akan memberikan ketenangan batin serta mendukung terciptanya kehidupan yang harmonis.

“Palemahan bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ketika lingkungan bersih dan lestari, pikiran manusia pun menjadi lebih bahagia dan seimbang,” ujar Ni Wayan Seri Nuryanti di hadapan peserta penyuluhan.

Sebagai wujud implementasi dari materi yang disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi Bali Resik yang melibatkan Penyuluh Agama Hindu bersama Pakis Desa Adat Jaang. "Gotong royong membersihkan lingkungan dilakukan di sekitar area desa adat sebagai simbol kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kesucian alam, " imbuhnya. 

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain mendapat pemahaman keagamaan, peserta juga diajak langsung berperan aktif menjaga lingkungan, sehingga nilai-nilai palemahan tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Seri Nuryanti berharap semangat menjaga keharmonisan alam dapat terus tumbuh dan berkelanjutan. Terlebih sinergi antara masyarakat dan aksi lingkungan diyakini mampu memperkuat kesadaran spiritual masyarakat sekaligus mendukung pelestarian alam Bali yang adiluhung. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#agama #penyuluhan