BALIEXPRESS.ID - Sampah kiriman masaih menjadi tantangan dalam menjaga pariwisata di Pantai Kedonganan.
Hal ini lantaran setiap tahunnya sampah dari laut menepi saat musim angin muson barat.
Sejumlah upaya dilakukan untuk menangani sampah kiriman, pemerintah pun diharapkan dapat menanggulangi sampah dari hulu.
Ketua Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Pantai Kedonganan, I Made Pakris mengatakan, sejak awal lembaga pengelola sudah melakukan langkah mitigasi risiko.
Salah satunya dengan membentuk struktur organisasi yang secara khusus menangani persoalan kebersihan pantai.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan berjalan sistematis dan berkelanjutan.
“Pembentukan bidang kebersihan bagian dari penerapan konsep Sapta Pesona Pariwisata, yang salah satunya kebersihan unsur utama. Jadi kami sudah membwntuk bidang kebersihan yang bertanggung jawab kebwrsihan di pantai,” ujar Pakris, Selasa (10/2).
Pihaknya menyebutkan, dalam upaya menjaga kebersihan pantai telah bekerjasama dengan komunitas-komunitas di Kedonganan.
Namun volume sampah yang cukup besar perlu adanya upaya lain.
"Pembersihan sampah di pantai adalah solusi jangka pendek. Kami berharap kepada pemerintah bagaimana (penanganan sampah) untuk kedepan tidak ada lagi,” ungkapnya.
Harapan ini disampaikan, lantaran sampah tersebut tidak dihasilkan oleh Kedonganan.
Pemerintah pusat juga diharapkan dapat mengimbau daerah lainnya untuk mengelola sampahnya. Hal ini agar penanganan sampah dapat dilakukan dari hulunya atau daerah asalnya.
“Kalau di pulau-pulau yang lain itu tidak juga dibeli edukasi terkait penanganan sampah, saya pikir hanya jangka pendek, tidak menyelesaikan permasalahan secara umum. Nah itu kami mengimbau sekali lagi kepada pemerintah pusat, berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” terangnya.
Sementara tokoh masyarakat Kedonganan, I Made Sumerta menyatakan, sampah kiriman ini sejatinya sudah muncul sejak lama.
Namun dalam musim angin muson timur sampah ini akan kembali ke laut.
Hanya saja hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, perlu penanganan secara berkelanjutan.
“Biasanya dari November sudah (ada sampah) Januari- Februari mulai meningkat. Kemudian Maret mulai menurun, April itu dengan sendirinya bersih,” ujarnya.
Ia menyatakan, dengan berkembangnya pariwisata kebersihan kawasan Pantai Kedonganan wajib dijaga.
Untuk itu komponen-komponen masyarakat terutama pelaku pariwisata menjadi ujung tombak menjaga kebersihan pantai.
“Intinya pariwisata itu kan Sapta Pesona, salah satunya kebersihan. Itu mutlak (menjaga kebersihan),” paparnya
Penanganan sampah kiriman, Sumerta menerangkan, setiap harinya dibersihkan bersama.
Untuk sementara sampah akan ditempatkan di lahan milik warga.
Nantinya sampah ini akan diangkut menuju TPA Suwung oleh DLHK Badung.
“Ini hanya sebagai penitipan sementara, nantinya DLHK yang akan mengangkut,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga