BALIEXPRESS.ID - Jelang Hari Raya Imlek, sejumlah masyarakat melakukan pembersihan patung dewa di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap.
Pembersihan ini pun hanya dilakukan setahun sekali dengan harapan dapat memberikan hasil baik dalam pemujaan.
Dalam kegiatan ini seluruh pengurus dan pengayah dilibatkan.
Penglingsir Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Ida Bagus Made Adnyana mengatakan, pembersihan ini tidak dilakukan pada hari lain, hanya saat menjelang Tahun Baru Imlek
Dalam pelaksanaanya pembersihan ini diibaratkan seperti memulai pekerjaan wajib dilakukan dengan hati yang bersih.
“Ketika kita memulai suatu hal dengan hati yang bersih maka hasilnya akan baik,” ujar Adnyana saat ditemui Rabu (11/2).
Pihaknya menyebutkan, dalam pembersihan ini melibatkan pengurus Kongco dan pengayah lainnya.
Pengayah sendiri pun ada yang memiliki tugas khusus untuk melakukan pembersihan rupang atau patung dewa.
Selain itu ia menyatakan, ada sejumlah masyarakat yang memang terpanggil hatinya untuk mengikuti pembersihan.
“Jadi yang bersih-bersih rupang itu sudah beda tingkatannya, seperti di Bali ibaratnya dia sudah mewinten. Warga lain memang tidak dilibatkan tapi kalau mereka datang dipersilahkan,” ungkapnya.
Disinggung terkait persembahyangan Tahun Biru Imlek 2577, Adnyana menerangkan, akan dilaksanakan sejak tengah malam.
Dalam persembahyangan tersebut untuk menutup dan menyambut tahun baru.
“Sembahyang di tengah malam ini diiringi kesenian Barongsai dan pelepasan kembang api ke udara,” terangnya.
Sementara saat Hari raya Imlek pada 17 Februari 2026, dilaksanakan persembahyangan kembali hingga Cap Go Meh.
Untuk yang melaksanakan persembahyangan, disebutkan dari beragam agama, yakni dari Hindu dan Budha. “Sudah betul-betul istilahnya toleransinya bagus,” ucapnya.
Sementara itu, Pengayah Inti Konco Dwipayana Tanah Kilap, Ayu Waden menyatakan, pembersihan patung dewa ini lantaran merasa terpanggil secara hati.
“Saya tidak bisa menjelaskan, karena ini panggilan hati sendiri, tidak ada yang menuntut tidak ada yang memaksa. Saya ikut ngayah di Konso ini selama dua tahun,” ujar Jero Ayu.
Ia menjelaskan, pembersihan patung dewa dapat diperkirakan dapat berlangsung selama dua hari.
Hal ini lantaran seluruh rupang dan perlengkapan akan diturunkan, dibersihkan, dan terakhir dirias.
“Prosesinya diawali dengan persembahyangan mengantarkan para dewa tadi (Selasa 10/2) malam. Setelah rupang dibersihkan dan dirias, nantinya akan dihaturkan persembahyangan untuk menyambut Tahun Baru Imlek,” jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga