Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Lansia Asal Payangan Ditemukan Tak Bernyawa di Kintamani, Sempat Pamit Mau ke Rumah Anak

I Made Mertawan • Jumat, 13 Februari 2026 | 08:34 WIB
Proses evakuasi lansia ditemukan meninggal dunian di hutan konservasi Gunung Batur Bukit Payang, Kintamani, Kamis (12/2/2026).
Proses evakuasi lansia ditemukan meninggal dunian di hutan konservasi Gunung Batur Bukit Payang, Kintamani, Kamis (12/2/2026).

BALIEXPRESS.ID – Teka-teki hilangnya seorang lansia asal Banjar Susut, Desa Buahan, Payangan, Gianyar, terjawab dengan kabar duka, Kamis (12/2/2026).

Ni Wayan Belentek, 87, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Kawasan Konservasi Gunung Batur Bukit Payang, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa ini bermula pada Sabtu pagi (7/2/2026).

Baca Juga: 5.000 Peserta PBI JKN Dinonaktifkan di Jembrana, Pemkab Jamin Pasien Kronis Tetap Dilayani

Saat itu, korban berpamitan kepada keluarganya untuk menuju rumah anaknya di Banjar Paket, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani.

Korban mengaku akan diantar oleh cucunya, namun biasanya ia juga kerap menumpang kendaraan pedagang atau truk yang melintas.

Kecurigaan keluarga muncul pada Minggu malam (8/2/2026) setelah mengecek ke rumah tujuannya di Banjar Paket, ternyata korban tidak pernah sampai di sana.

Pihak keluarga mendapat informasi bahwa korban sempat terlihat di wilayah Culali, Kintamani yang notabene jauh dari Banjar Paket.

Sejak saat itu, pihak keluarga bersama warga Desa Batur melakukan pencarian intensif selama lima hari menyisir wilayah Kintamani.

Hingga akhirnya pada Kamis sore sekitar pukul 17.30 Wita, korban ditemukan tak bernyawa dalam posisi tengadah dan hanya mengenakan kain kamben tanpa baju.

Baca Juga: Pembinaan ASN Kemenag Bali, Menteri Agama Tekankan Penguatan Karakter dan Ekoteologi 

Hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Kintamani I yang dilakukan oleh dr. Einan menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia selama 24 hingga 48 jam. Tim medis juga menemukan lebam pada tungkai kaki kiri korban.

"Korban diduga meninggal dunia akibat mengalami hipotermia atau hipoglikemia," ungkap Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Ketut Gede Ratwijaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan proses autopsi. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Kintamani #lansia #payangan #gunung batur