BALIEXPRESS.ID - Komitmen menjaga kebersihan lingkungan pesisir terus ditunjukkan berbagai elemen masyarakat termasuk dari kalangan Dewan Badung.
Wakil Ketua DPRD Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra pun turun langsung memimpin aksi bersih-bersih Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Minggu (15/2).
Politisi yang akrab disapa Turah Tut ini pun turun bersama masyarakat Kedonganan, pengurus Al Hidayah, perkumpulan Ikawangi, serta didampingi anggota DPRD Badung, I Nyoman Sudana.
Meski cuaca kurang bersahabat dengan angin kencang disertai hujan, semangat peserta tidak surut, terlihat dari puluhan karung sampah kiriman berhasil dikumpulkan.
Turah Tut mengatakan, aksi ini merupakan wujud kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menjadi wajah pariwisata Badung.
Dirinya pun mengapresiasi keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk warga pendatang yang turut ambil bagian.
“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang ikut aksi ini, bahkan ada dari Ikawangi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan pantai Badung tidak hanya datang dari masyarakat lokal, tetapi juga dari saudara-saudara kita yang berasal dari luar Bali. Inilah kolaborasi kita, baik pemerinta, dewan, partai politik dan masyarakat. Bahu membahu dalam masalah sampah di pantai ini,” ujarnya.
Politisi asal Kerobokan, Kuta Utara ini menyebutkan, fenomena angin muson barat yang terjadi setiap tahun memang kerap membawa sampah kiriman ke pesisir Kabupaten Badung.
Pemerintah daerah pun dinilai telah rutin melakukan langkah-langkah penanganan, namun partisipasi masyarakat tetap menjadi kunci.
“Dulu dominan sampah kayu, sekarang sudah banyak tercampur sampah plastik. Volumenya pun semakin meningkat. Karena itu, kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar pantai kita tetap bersih,” ungkap politisi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Badung tersebut.
Turah Tut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lelah melakukan aksi kebersihan secara berkelanjutan.
Terlebih sektor pariwisata merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Badung. Untuk itu, kebersihan pantai harus dijaga sebagai aset bersama.
“Kita hidup di kawasan pariwisata dan sebagian besar pendapatan kita bersumber dari sana. Mari kita jaga bersama lumbung kita ini dengan terus melakukan aksi kebersihan pantai,” tegasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga