BALIEXPRESS.ID – Sebuah rumah di Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, Kabupaten Karangasem, roboh pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 23.30 Wita.
Bangunan berukuran kurang lebih 11 x 7 meter itu ambruk setelah diguyur hujan deras yang menyebabkan pondasi di tepi sungai tergerus.
Saat kejadian, pemilik rumah Tomi Agus Pratama dan istrinya, Novita Nurianti tengah terlelap di kamar.
Suara benturan keras yang terdengar hingga ke rumah warga membuat sejumlah tetangga berhamburan keluar untuk memberikan pertolongan.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan struktur bangunan diduga tidak mampu menahan tekanan setelah tanah di bawah pondasi terkikis aliran air.
“Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan pondasi rumah yang berada dekat bantaran sungai jebol, sehingga sebagian bangunan ambruk,” ujarnya.
Novita berhasil keluar lebih dahulu dari reruntuhan, sementara Tomi sempat tertimbun material bangunan sebelum akhirnya dievakuasi warga secara gotong royong.
Keduanya kemudian dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis.
“Tomi mengalami luka lecet di bagian kepala, punggung, tangan, dan kaki. Sedangkan istrinya mengalami luka lecet di punggung. Saat ini keduanya masih menjalani perawatan,” kata Arimbawa.
BPBD bersama instansi terkait telah melakukan peninjauan lokasi guna mendata dampak kerusakan serta memberikan bantuan awal kepada korban.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau warga agar tetap berhati-hati mengingat cuaca masih berpotensi ekstrem,” pesannya.
Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan sekitar Rp400 juta. “Kami akan berkoordinasi dengan dinas PUPR terkait penanganan material bangunan yang menutup aliran sungai,” tandasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan