Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rumah dan Ruang Praktik Dokter di Jembrana Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 18 Februari 2026 | 07:22 WIB

 

Petugas Damkar Jembrana melakukan pemadaman api yang membakar rumah warga di Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Selasa (17/2/2026).
Petugas Damkar Jembrana melakukan pemadaman api yang membakar rumah warga di Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Selasa (17/2/2026).

BALIEXPRESS.ID – Sejumlah ruangan praktik dan kamar tidur milik seorang dokter di Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, ludes dilalap si jago merah, Selasa (17/2/2026).

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 Wita. Saat kejadian, penghuni rumah tengah beristirahat siang.

Pemilik rumah, I Ketut Suntiem,72, mengatakan bahwa saat kebakaran terjadi, di dalam rumah hanya ada dirinya bersama cucu dan menantunya.

“Saya tidur siang dan terbangun sudah dalam keadaan gelap karena asap,” ungkapnya.

Menyadari adanya kebakaran, korban segera keluar dari pekarangan rumah untuk menyelamatkan diri.

Anak korban yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkannya ke petugas pemadam kebakaran.

Petugas dari Satpo PP Kabupaten Jembrana yang membawahi Damkar Jembrana segera menuju lokasi setelah menerima laporan.

Kasatpol PP Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan empat armada untuk memadamkan api.

“Kami luncurkan empat armada. Sampai dengan pendinginan saat ini pukul 16.48 Wita kita menghabiskan delapan tangki air,” terangnya.

Akibat kebakaran tersebut, beberapa ruangan praktik, kamar tidur, peralatan elektronik, serta barang-barang berharga lainnya hangus terbakar.

Eko Susilo memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden ini.

Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di salah satu kamar rumah.

“Tentu kerugian material yang dialami korban kurang lebih ratusan juta,” pungkas Eko Susila.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah potensi kebakaran, terutama saat penghuni tengah beristirahat atau meninggalkan rumah. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Dokter Praktik #kebakaran #jembrana