BALIEXPRESS.ID- Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem, Selasa (24/2/2026).
Sedikitnya 19 bencana dilaporkan terjadi dalam sehari, mulai dari pohon tumbang, senderan jebol hingga tanah longsor.
Data yang dihimpun BPBD, kejadian tersebar di beberapa kecamatan seperti Manggis, Bebandem, dan Karangasem.
Meski menimbulkan kerusakan material, sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa menjelaskan, mayoritas insiden berupa pohon tumbang.
Dari total 19 kejadian, 13 di antaranya disebabkan pohon tumbang yang menimpa akses jalan, bangunan rumah, hingga tempat suci milik warga.
“Selain pohon tumbang, ada satu kejadian tanah longsor dan beberapa kasus senderan jebol. Kami juga menerima laporan tambahan terkait atap rumah warga yang rusak akibat terpaan angin kencang,” ujarnya.
Sejumlah pohon tumbang sempat menghambat arus lalu lintas dan merusak fasilitas umum.
Petugas BPBD bersama aparat kecamatan dan unsur terkait telah diterjunkan untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Menurut Arimbawa, penanganan difokuskan terlebih dahulu pada kerusakan yang menyangkut fasilitas umum dan akses vital masyarakat.
Sementara itu, kejadian lain yang bersifat non-darurat tetap dalam proses penanganan bertahap.
“Kami prioritaskan dulu untuk melakukan penanganan kejadian yang menimpa atau merusak fasilitas umum terlebih dahulu tergantung urgensinya. Kami pastikan semuanya tertangani,” tegasnya.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar serta memastikan kondisi bangunan rumah dalam keadaan aman, mengingat intensitas hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi. (*)
Editor : I Made Mertawan