Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari PKK, Siswa SD hingga Prajuru Banjar Meriahkan Lomba Bulan Bahasa Bali di Desa Sayan

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 25 Februari 2026 | 10:16 WIB

LOMBA : Pelaksanaan lomba serangkaian Bulan Bahasa Bali di Desa Sayan, Ubud.
LOMBA : Pelaksanaan lomba serangkaian Bulan Bahasa Bali di Desa Sayan, Ubud.

BALIEXPRESS.ID - Semangat pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali menggema dalam pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Desa Dinas Sayan bersama Desa Adat Sayan dan Desa Adat Penestanan, yang melibatkan delapan banjar dalam satu panggung kebudayaan. Antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan tampak mewarnai setiap rangkaian acara yang digelar dengan penuh semangat kebersamaan di Balai Banjar Ambengan, Desa Sayan, Selasa (24/2) malam.

Kegiatan resmi dibuka oleh Penjabat Perbekel Desa Sayan, Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga eksistensi bahasa Bali sebagai identitas dan jati diri masyarakat Bali. Ia mengapresiasi kolaborasi antara desa dinas dan desa adat yang dinilai mampu memperkuat akar budaya di tengah arus modernisasi yang semakin deras.

Berbagai lomba digelar sebagai upaya konkret membumikan bahasa Bali di setiap lapisan masyarakat. Lomba nyurat aksara Bali diikuti oleh kalangan siswa, yang dengan tekun menorehkan huruf-huruf Bali di atas kertas, menunjukkan bahwa generasi muda tetap memiliki ruang dan minat untuk mempelajari warisan leluhur. "Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kemampuan literasi aksara Bali sejak dini, " jelasnya.

Tak kalah menarik, lomba mesatua Bali yang diikuti oleh para ibu PKK menghadirkan suasana hangat dan penuh nilai moral. Cerita-cerita rakyat yang dituturkan kembali dalam bahasa Bali tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi media transmisi nilai-nilai etika, kearifan lokal, serta pendidikan karakter dalam keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, para prajuru desa adat menunjukkan kapasitasnya dalam lomba mapidarta bahasa Bali. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan penuh makna, para peserta menyampaikan pidato bertema pelestarian bahasa dan budaya Bali. Ajang ini sekaligus menjadi refleksi bahwa bahasa Bali tetap hidup dalam ruang-ruang formal maupun adat.

Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Desa Sayan tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga warisan budaya. "Kolaborasi delapan banjar, desa dinas, dan desa adat menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa Bali akan tetap kokoh apabila dijaga bersama, dari generasi tua hingga generasi muda, " tegas Jro Mangku Ketut Gede Kesumawijaya. *

Editor : Putu Agus Adegrantika