SINGARAJA, BALI EXPRESS - Ajang Indonesia Model Award 2026 (IMA 2026) menjadi panggung gemilang bagi talenta muda Tanah Air. Diselenggarakan oleh PT Lamatapo dan digelar di Kebayoran Park, Jakarta Selatan, kompetisi tahunan ini mempertemukan para model terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Tahun ini, tiga duta asal Bali di bawah naungan Fortuna Management sukses mencuri perhatian dan membawa pulang sederet gelar bergengsi.
Kompetisi IMA 2026 mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Kategori A, B, dan C, dengan perebutan gelar Prince & Princess International Indonesia, Icon IMA, serta juara atribut. Rangkaian kegiatan berlangsung padat dan kompetitif, mulai dari sesi fotoshoot, unjuk bakat, karantina dengan berbagai kelas pembekalan seperti acting, catwalk, make up, public speaking, hingga dance. Para finalis juga tampil di Preliminary Night sebelum akhirnya melangkah ke Grand Final bertema “Black Diamond”.
Fortuna Management sebagai Koordinator Daerah (Korda) Provinsi Bali mengirimkan tiga perwakilan terbaiknya. Mereka adalah Luh Putu Callysta Lakeisha Putri Dhamari, Ni Kadek Emma Sucahyani, dan Kadek Dinda Muthia Mahesvari Putri. Ketiganya tampil konsisten sejak awal karantina hingga malam puncak.
Luh Putu Callysta Lakeisha Putri Dhamari, gadis kelahiran Singaraja, 4 November 2013, menunjukkan pesonanya di atas panggung. Remaja yang memiliki hobi bermain biola, dance, modelling, renang, dan menari ini sukses meraih gelar Prince & Princess International Indonesia 2026 sekaligus Juara 1 Grand Winner Indonesia Model Award 2026. Prestasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu ikon muda berbakat yang diperhitungkan di ajang nasional.
Di kategori lain, Ni Kadek Emma Sucahyani, kelahiran Singaraja, 11 November 2016, juga tampil memukau. Meski masih belia, Emma yang gemar modelling, boxing, dan mewarnai ini berhasil meraih gelar Prince & Princess International Indonesia 2026 serta Juara 1 Umum dan masuk Top 7 dalam perebutan Icon IMA 2026. Penampilannya yang energik dan ekspresif menjadi daya tarik tersendiri selama kompetisi berlangsung.
Sementara itu, prestasi gemilang diraih oleh Kadek Dinda Muthia Mahesvari Putri, kelahiran Singaraja, 28 November 2008. Dinda tampil dominan dan berhasil menyabet gelar Icon IMA 2026. Tak hanya itu, ia juga meraih penghargaan The Best Catwalk, Best Ambassador Perfume, Favorite, Favorite Dewan Juri, serta Prince and Princess International Indonesia 2026. Konsistensi, kepercayaan diri, dan teknik catwalk yang matang menjadikan Dinda salah satu bintang utama pada malam Grand Final.
Keberhasilan ketiganya tak hanya berhenti di tingkat nasional. Dinda dijadwalkan menjadi perwakilan Indonesia untuk mengikuti ajang internasional di Bangkok dan Vietnam. Sementara itu, Emma dan Callysta akan mewakili Indonesia dalam kompetisi serupa di Vietnam. Kesempatan ini menjadi langkah besar bagi para duta muda Bali untuk mengharumkan nama bangsa di kancah global.
Di bawah bendera Fortuna Management, ketiganya akan menjalani persiapan intensif menghadapi ajang internasional tersebut. Founder Fortuna Management dan Fortuna Bali Fashion, Gede Ary Santika, menyatakan komitmennya untuk mempersiapkan busana terbaik bagi para duta.
“Busana yang akan dikenakan dirancang menggunakan kain tenun lokal Bali sebagai bentuk promosi budaya dan identitas daerah di panggung dunia,” ungkapnya.
Penggunaan kain tenun lokal dalam balutan adi busana bukan sekadar pilihan estetika, melainkan pernyataan budaya. Melalui karya tersebut, Bali tidak hanya mengirimkan talenta terbaiknya, tetapi juga membawa kekayaan tradisi dan kearifan lokal ke level internasional.
Prestasi Callysta, Emma, dan Dinda menjadi bukti bahwa generasi muda Bali memiliki potensi besar di industri modeling nasional dan internasional. Dengan pembinaan yang tepat, kerja keras, dan dukungan manajemen profesional, panggung dunia bukan lagi mimpi yang jauh.
IMA 2026 pun menjadi momentum penting bagi Fortuna Management dalam mencetak duta-duta berprestasi. Dari Singaraja menuju Jakarta, dan kini bersiap melangkah ke Bangkok serta Vietnam, tiga nama muda ini telah membuktikan bahwa talenta daerah mampu bersinar di panggung nasional — bahkan internasional. ***
Editor : Dian Suryantini