Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Saling Balas, Desa Adat Sebali Gelar Lomba Macecimpedan Meriahkan Bulan Bahasa Bali

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:13 WIB

LOMBA : Pelaksanaan lomba serangkaian bulan Bahasa Bali di Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Tegallalang.
LOMBA : Pelaksanaan lomba serangkaian bulan Bahasa Bali di Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Tegallalang.

BALIEXPRESS.ID - Desa Adat Sebali di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya leluhur melalui rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali yang digelar pada Kamis (26/2) sore. Bertempat di wantilan Pura Jemeng, suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai jalannya lomba yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat desa.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi krama desa untuk meneguhkan identitas budaya Bali, khususnya dalam bidang bahasa dan sastra. Sejak sore hari, peserta mulai memadati area wantilan dengan mengenakan busana adat Bali, menciptakan pemandangan yang sarat nilai tradisi dan kebanggaan lokal.

Bandesa Adat Sebali, I Ketut Mulia, menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba ini merupakan bagian dari upaya nyata desa adat dalam menjaga dan menguatkan budaya, adat, serta tradisi Bali. Menurutnya, bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga roh kebudayaan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menjaga budaya, adat, dan tradisi Bali, khususnya di bidang bahasa Bali. Generasi muda harus tetap mengenal dan mencintai bahasanya sendiri,” ujarnya di sela-sela acara.

Beragam lomba digelar untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Lomba mesatua atau mendongeng menjadi salah satu yang paling menyita perhatian, di mana para peserta dengan penuh ekspresi menuturkan cerita-cerita rakyat Bali yang sarat pesan moral dan nilai kehidupan.

Bahkan pada sesi lomba macecimpedan, para peserta yang masing duduk di kelas 5 dan 6 sekolah dasar tersebut saling adu berbalas pantun versi Bahasa Bali di atas panggung. Sontak lomba yang tergolong unik tersebut membuat penonton terhibur.

Selain itu, lomba macecimpedan atau berbalas pantun Bali menghadirkan suasana riang dan penuh tawa. Kepiawaian peserta dalam merangkai kata-kata berbahasa Bali menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda tetap tumbuh seiring dengan pelestarian tradisi.

Kemampuan literasi aksara Bali juga diuji melalui lomba nyurat aksara Bali. Peserta ditantang menuliskan kalimat dalam aksara tradisional dengan ketelitian dan keindahan bentuk huruf. Tak kalah menarik, lomba megending Bali menghadirkan alunan tembang tradisional yang menggema syahdu di wantilan pura.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, Desa Adat Sebali berharap semangat melestarikan bahasa dan budaya Bali tidak hanya tumbuh saat perayaan Bulan Bahasa Bali, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, warisan leluhur diyakini akan tetap lestari di tengah arus modernisasi,” tegas Ketut Mulia. *

Editor : Putu Agus Adegrantika