Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Atasi Banjir, Adi Arnawa Rancang Manfaatkan Air Hujan Untuk PDAM Badung

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 27 Februari 2026 | 17:05 WIB

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.

BALIEXPRESS.ID - Hujan dengan intensitas tinggi telah beberapa kali menyebabkan banjir di kawasan pariwisata, khususnya Jalan Dewi Sri, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta.

Sejumlah upaya pun dilakukan Pemkab Badung untuk mengantisipasi dan mengatasi luapan air sungai tersebut.

Terbaru, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa berencana memanfaatkan air hujan menjadi air baku yang akan diolah oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau lebih dikenal PDAM Badung.

Meski baru rencana, sejumlah upaya lainnya telah dilakukan.

Pihaknya mengaku, saat ini normalisasi sungai dilakukan secara rutin, masyarakat juga diimbau agar tidak membuang sampah ke aliran sungai

Kemudian ada juga upaya memperlebar aliran sungai dengan pembebasan lahan di Kawasan Central Parkir, Kuta dengan anggaran yang disiapkan Rp 2 miliar.

Pemkab Badung juga saat ini sedang melaksanakan tender untuk pengadaan 8 pompa berkapasitas 30.000 liter per detik untuk mempercepat pembuangan luapan air.

Hal ini disampaikan Adi Arnawa, di tengah langkah konkret Pemkab Badung dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir pada tahun pertama masa jabatannya.

Ia menilai, selama ini air hujan yang berlimpah saat musim penghujan lebih banyak dibuang ke laut, padahal berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air baku.

“Curah hujan ini harusnya membawa berkah. Saat hujan deras dan berpotensi banjir di satu titik, kenapa tidak kita sedot airnya untuk dimanfaatkan sebagai cadangan air baku?” ujarnya, Jumat (27/2).

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, bupati asal Pecatu ini telah menginstruksikan PDAM Badung menyiapkan sistem pengolahan air bersifat portable, dilengkapi teknologi membran.

Sistem ini dirancang agar dapat ditempatkan di titik-titik rawan genangan.

Untuk itu air hujan yang terkumpul nantinya disedot, diproses, lalu dialirkan ke jaringan pipa terdekat atau ditampung di reservoir sebagai cadangan.

Menurutnya, dengan teknologi membran seperti sistem Membrane Bioreactor (MBR) yang telah diterapkan PDAM Badung, bahkan air limbah pun dapat diolah menjadi air layak konsumsi.

Karena itu, ia menilai air hujan yang relatif lebih bersih secara teknis lebih memungkinkan untuk diolah menjadi air minum.

“Ini kan bukan limbah yang terlalu kotor, malahan ini air bersih hanya memang agak cukup besar. sehingga saya melihat untuk mengatasi banjir di satu titik yang posisinya rendah, ini kita manfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Tahap awal, Adi Arnawa menargetkan pengadaan 20 unit instalasi portable untuk uji coba.

Sehingga saat curah hujan tinggi ada kesempatan untuk menambah cadangan air yang ditempatkan di reservoar.

PDAM pun disebutkan telah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk membran dan diminta langsung dikerjakan.

Ia mengakui konsep ini masih dalam tahap penjajakan dan uji kelayakan teknis.

Namun secara logika kebutuhan, menurutnya, gagasan tersebut masuk akal, mengingat Badung membutuhkan sumber air alternatif di tengah tekanan kebutuhan air bersih yang terus meningkat.

“Selama ini kita memanfaatkan air dari estuary dam kan air limbah, itu kan bisa dipakai minum. Sekarang kenapa kita tidak air hujan ini kita manfaatkan. Hanya tinggal hitung-hitungan, yang namanya dia bisa memberikan air minum, hitung-hitungan tarif silahkan nanti PDAM,” jelasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#air hujan #pemkab #pdam badung #banjir #Adi Arnawa