BALIEXPRESS. ID - Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak mewarnai kegiatan bimbingan tatap muka yang dilaksanakan Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar di Pasraman Bali Prawerti Nawasena, Desa Adat Belega, Blahbatuh, Minggu (1/3). Dalam kegiatan tersebut, anak-anak pasraman mendapatkan pembinaan langsung melalui praktik Yoga Surya Namaskara sebagai sarana membangun kesehatan jasmani dan ketenangan rohani sejak usia dini.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Ni Wayan Wintari, menjelaskan bahwa pembelajaran yoga tidak hanya berfokus pada gerakan fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter, konsentrasi, serta keseimbangan emosi anak. Menurutnya, membiasakan anak berlatih yoga sejak dini merupakan langkah positif dalam menanamkan disiplin, ketenangan, dan kesadaran spiritual.
"Kegiatan diawali dengan doa bersama guna memohon tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan penuh berkah. Suasana hening menyelimuti peserta dengan khidmat mengikuti doa pembuka, menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekuatan spiritual sebelum memasuki sesi inti," paparnya.
Selanjutnya, peserta diajak melakukan meditasi ringan untuk memusatkan pikiran dan mengatur pernapasan. Dalam sesi ini, anak-anak dilatih untuk mengenali ritme napas serta merasakan ketenangan batin. Pendekatan sederhana namun mendalam ini menjadi fondasi sebelum memasuki gerakan fisik Yoga Surya Namaskara.
Memasuki sesi pemanasan, anak-anak melakukan peregangan guna melemaskan otot dan menghindari cedera. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti setiap arahan gerakan yang dicontohkan penyuluh. Rangkaian gerakan Yoga Surya Namaskara pun dipraktikkan secara bertahap, mulai dari sikap penghormatan hingga gerakan peregangan yang selaras dengan alur pernapasan.
Ni Wayan Wintari menegaskan bahwa Yoga Surya Namaskara memiliki manfaat besar bagi pertumbuhan anak, baik dalam menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan fokus belajar, maupun membangun karakter yang lebih sabar dan terkendali. "Kami harap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan keagamaan yang menyeluruh, " imbuh Wintari.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut ditutup dengan refleksi singkat dan pesan moral agar anak-anak senantiasa menjaga kesehatan, rajin belajar, serta tetap berpegang pada nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembinaan seperti ini, Pasraman Bali Prawerti Nawasena diharapkan mampu melahirkan generasi muda Hindu yang sehat, cerdas, dan berkarakter luhur.*
Editor : Putu Agus Adegrantika