Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rehabilitasi Lahan Kritis, 4.000 Bibit Produktif Disalurkan untuk Petani Buleleng

Dian Suryantini • Senin, 2 Maret 2026 | 15:09 WIB

Penyerahan bibit tanaman kepada petani di Buleleng
Penyerahan bibit tanaman kepada petani di Buleleng

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Upaya menghidupkan kembali lahan-lahan kritis di Kabupaten Buleleng mulai digerakkan secara konkret. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengajak petani yang tergabung dalam subak dan subak abian untuk bersama-sama mengelola lahan kritis dengan menanam tanaman produktif bernilai ekonomi.

Ajakan itu disampaikan saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Azana Style Hotel Singaraja, Senin (2/3). Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Anggota DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat desa.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 4.000 bibit tanaman produktif dibagikan kepada 10 Kelompok Tani Subak/Abian di Buleleng. Jenis bibit yang disalurkan antara lain durian Musang King, mangga, jambu kristal, jambu air, nangka, dan alpukat. Komoditas tersebut dipilih karena memiliki nilai jual tinggi serta cocok dikembangkan di sejumlah wilayah perbukitan dan lahan kering di Buleleng.

Bupati Sutjidra menegaskan, alih fungsi lahan yang semakin marak menjadi salah satu penyebab munculnya lahan kritis. Banyak lahan pertanian pangan yang beralih menjadi lahan hortikultura tertentu atau pembibitan, tanpa diimbangi pola pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Dampaknya, kesuburan tanah menurun dan produktivitas jangka panjang terancam.

Karena itu, ia berharap bantuan bibit ini tidak sekadar menjadi program seremonial, tetapi benar-benar ditanam dan dirawat secara berkelanjutan oleh kelompok tani penerima. Menurutnya, rehabilitasi lahan harus dimulai dari kesadaran kolektif petani untuk mengelola tanah secara bijak dan produktif.

“Dengan pemberian bantuan ini, mudah-mudahan lahan kritis yang ada di Kabupaten Buleleng bisa diperbaiki sekaligus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Baca Juga: Janji Balik Modal Sepekan, Uang Rp50 Juta Melayang: Oknum Perbekel Dilaporkan ke Polisi

Ia juga mengungkapkan bahwa potensi kebun di Buleleng mencapai sekitar 100 ribu hektare. Angka tersebut menunjukkan ruang yang sangat besar untuk pengembangan tanaman produktif berbasis perkebunan rakyat. Jika program rehabilitasi berjalan konsisten, selain menyelamatkan lahan kritis, sektor ini juga bisa menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.

Sementara itu, I Nyoman Adi Wiryatama menekankan pentingnya menyelaraskan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, upaya rehabilitasi lahan tidak bisa dipisahkan dari agenda pengentasan kemiskinan.

“Lingkungan yang lestari harus beriringan dengan kesejahteraan masyarakat. Lahan kritis yang selama ini tidak produktif harus kita ubah menjadi lahan yang menghasilkan komoditas pangan dan buah bernilai ekonomi,” tegasnya.

Ia pun berpesan kepada kelompok tani penerima bantuan agar menanam dan memelihara bibit yang telah diprogramkan dengan baik. Keberhasilan program ini, lanjutnya, sangat bergantung pada komitmen petani dalam merawat tanaman hingga berbuah dan memberikan manfaat nyata.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani, penggarapan lahan kritis di Buleleng diharapkan tidak hanya memulihkan fungsi ekologis tanah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat. ***

Editor : Dian Suryantini
#lahan kritis #RHL #ekonomi #penguatan ekonomi #Tanaman Produktif #rehabilitasi hutan #singaraja #buleleng