Sejak pagi, rombongan berangkat menuju kawasan Bedugul dengan penuh semangat kebersamaan. Sejuknya udara pegunungan dan hamparan danau yang tenang menghadirkan suasana sakral dalam setiap lantunan doa.
Persembahyangan dipanjatkan untuk memohon tuntunan, keselamatan, serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis.
Rektor UNMAS Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, menyampaikan bahwa Dharma Yatra ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus refleksi perjalanan panjang institusi pendidikan tersebut.
“Dharma Yatra ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi momentum spiritual untuk menyatukan hati dan niat seluruh civitas academica. Kami memohon tuntunan agar UNMAS Denpasar terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Sukewati di sela kegiatan.
Menurutnya, usia ke-44 tahun menjadi titik penting untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kualitas pendidikan serta nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri universitas.
“Kami ingin Dies Natalis ke-44 ini menjadi refleksi sekaligus energi baru. Perjalanan besar selalu dimulai dari doa yang tulus dan kebersamaan yang kuat. Itulah yang kami tanamkan melalui Dharma Yatra ini,” tambahnya.
Prof Lanang menambahkan, Dharma Yatra tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik menuju tempat suci, tetapi juga perjalanan batin untuk memperkuat integritas, solidaritas, dan dedikasi.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, UNMAS Denpasar menegaskan komitmennya untuk tetap berlandaskan nilai spiritual dan budaya lokal.
Seluruh doa yang terucap di pelataran pura menjadi simbol harapan agar rangkaian perayaan Dies Natalis berjalan lancar serta membawa berkah bagi civitas academica dan masyarakat luas. Dengan penuh keyakinan, UNMAS Denpasar memohon agar setiap langkah pengabdian senantiasa berada dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
"Semangat rahayu lan sida karya pun mengiringi perjalanan menuju puncak perayaan, menandai tekad UNMAS Denpasar untuk terus bertumbuh sebagai institusi pendidikan yang unggul, berbudaya, dan bermakna bagi generasi mendatang," pungkasnya. (art)
Editor : I Putu Mardika