Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kebakaran Rumah di Berangbang Jembrana, Uang Tunai dan Perhiasan Emas Hangus

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:47 WIB

Bagian atas rumah warga di Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, hangus dilahap api, Selasa (3/3/2026).
Bagian atas rumah warga di Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, hangus dilahap api, Selasa (3/3/2026).

BALIEXPRESS.ID - Sebuah rumah milik warga di Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, dilalap si jago merah pada Selasa (3/3/2026).

Kebakaran diduga dipicu api dupa bekas sembahyang yang belum sepenuhnya padam.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Jembrana, I Kadek Rita Budhi Atmaja, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.10 Wita.

“Regu I Damkar yang sedang siaga menerima laporan sekitar pukul 09.10 Wita dan langsung menuju lokasi. Waktu tempuh kurang lebih 10 menit, dan penanganan berlangsung sekitar 30 menit hingga api berhasil dipadamkan,” ungkapnya.

Rumah yang terbakar diketahui milik I Putu Suparya. Dugaan sementara, api berasal dari dupa yang telah habis digunakan untuk sembahyang di dalam kamar.

Sebelum kejadian, istri pemilik rumah, Ketut Semiasih,46, tengah melakukan persembahyangan di pelangkiran kamar.

Setelah itu, ia menuju merajan untuk persiapan sembahyang bersama suaminya.

Tak lama berselang, seorang tetangga melihat asap tebal mengepul dari rumah korban.

Saat diperiksa, api sudah membesar dan membakar sebagian besar bangunan.

Mendengar teriakan warga, pemilik rumah segera meminta bantuan untuk menghubungi Damkar.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Rumah berukuran sekitar 7 meter x 5 meter yang terdiri dari tiga kamar tidur dan satu ruang tamu tersebut mengalami kerusakan berat.

Sejumlah barang dilaporkan hangus terbakar, di antaranya satu unit televisi, dua lemari kayu beserta pakaian, dua kasur, uang tunai Rp10 juta, perhiasan emas, BPKB kendaraan, serta barang berharga lainnya.

“Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp115 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” jelasnya.

Dalam proses pemadaman, Damkar mengerahkan empat armada, yakni Altora, Hino Tembak, Tangki Merah, dan Tangki Silver.

Sebanyak dua tangki air atau sekitar 8.500 liter air digunakan untuk menjinakkan api.

Atas kejadian tersebut, pihak Damkar mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan api, termasuk dupa atau lilin saat kegiatan keagamaan di rumah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, terutama saat meninggalkan ruangan. Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#api dupa #kebakaran #jembrana