SINGARAJA, BALI EXPRESS - Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa saat layar film dibentangkan di beberapa titik di Bali dalam program Bioskop India Jalan-Jalan. Program yang digagas oleh Konsulat Jenderal India di Bali ini menghadirkan pemutaran film India secara berkala sebagai sarana memperkenalkan sinema sekaligus budaya India kepada masyarakat Bali.
Pemutaran film tersebut tidak hanya sekadar kegiatan menonton bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan budaya yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Penonton tidak hanya menikmati cerita dari negeri Bollywood, tetapi juga mengenal latar sosial, tradisi, dan kehidupan masyarakat India melalui kisah-kisah yang ditampilkan di layar.
Pada rangkaian pemutaran kali ini, dua film India diputar dalam kegiatan yang berlangsung di dua wilayah di Bali. Untuk wilayah Jembrana, pemutaran film digelar pada Kamis (5/3) malam, sementara di Karangasem berlangsung pada Jumat (6/3). Program ini juga berkolaborasi dengan komunitas film berbasis di Buleleng, yaitu Komunitas Singaraja Menonton. Komunitas ini turut membantu penyelenggaraan pemutaran, sehingga menciptakan suasana yang akrab dan partisipatif.
Di Jembrana, kegiatan ini turut menggandeng komunitas film Bali Tersenyum. Sementara di Karangasem, pemutaran film dilakukan di Yayasan Yasa Kerti. Kehadiran komunitas-komunitas film lokal membuat kegiatan pemutaran menjadi lebih hidup. Penonton dari berbagai kalangan—mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pegiat seni dan budaya—tampak menikmati film yang diputar. Suasana santai tercipta saat cerita demi cerita dari layar lebar mengalir dan memancing berbagai respons emosional dari para penonton.
Konsulat Jenderal India di Bali, dr. Shashank Vikram, mengatakan bahwa program Bioskop India Jalan-Jalan merupakan upaya memperkenalkan film India secara lebih luas kepada masyarakat, khususnya di Bali.
“Kami ingin masyarakat luas termasuk Bali mengetahui dan mengenal film India. Meski sejauh ini masyarakat sudah menonton beberapa judul film India, tetapi lewat program Bioskop India Jalan-jalan ini saya dapat melihat langsung antusiasme penonton dan mengenal lebih dekat masyarakat Bali,” ujarnya, Jumat (6/3).
Baca Juga: Tak Lagi Hanya Penghasil Nener, Buleleng Mulai Panen Bandeng di Laut
Menurutnya, film merupakan medium yang sangat efektif untuk memperkenalkan kebudayaan sebuah bangsa. Lewat cerita, karakter, serta latar kehidupan yang ditampilkan dalam film, penonton dapat memahami nilai-nilai sosial dan budaya dari negara lain dengan cara yang lebih menyenangkan.
Direktur Program Komunitas Singaraja Menonton, Kardian Narayana, mengatakan komunikasi lintas budaya yang disampaikan lewat film, merupakan cara yang menyenangkan dan kreatif. Penonton tidak hanya disuguhi hiburan, tetapi secara tidak langsung mereka mendapatkan pengetahuan lewat audio visual. Ia berharap kolaborasi antara komunitas film di Bali dan Konsulat Jenderal India dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Kami merasa terhormat dipercaya sebagai kolaborator dalam kegiatan Bioskop India Jalan-jalan yang merupakan program dari Konjen India. Kami harap upaya-upaya kreatif untuk memperkenalkan budaya, bahasa, sosial, lewat film bisa terus dilakukan,” ujarnya usai pemutaran film di Karangasem, Jumat (6/3)
Selain memperkaya pengalaman menonton masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang jejaring baru antara komunitas film di Bali dengan pelaku industri film di India. Dengan demikian, sinema tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang dialog budaya lintas negara.
Dalam program pemutaran kali ini, dua film India ditampilkan kepada penonton. Di Jembrana, film yang diputar adalah film berjudul Goodbye, sebuah drama komedi keluarga berbahasa Hindi yang dirilis pada tahun 2022. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Vikas Bahl serta diproduksi oleh Vikas Bahl bersama Ekta Kapoor, Shobha Kapoor, dan Viraj Savant.
Film ini dibintangi oleh aktor legendaris Amitabh Bachchan bersama aktris Rashmika Mandanna yang melakukan debut film Hindi melalui karya ini, serta Neena Gupta. Kisahnya mengangkat dinamika sebuah keluarga yang harus menghadapi kehilangan dan perpisahan. Dengan pendekatan komedi dan drama yang seimbang, film ini menggambarkan hubungan emosional antar anggota keluarga serta cara mereka menghadapi duka dengan cara masing-masing.
Sementara di Karangasem, penonton juga disuguhi film berjudul Boomba Ride karya sutradara Biswajeet Bora. Film ini mengambil latar di tepi Sungai Brahmaputra, wilayah yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak suku di Assam.
Cerita film tersebut berpusat pada sebuah sekolah dasar yang terancam ditutup karena hanya memiliki satu murid bernama Boomba. Para guru berjuang keras mempertahankan sekolah tersebut agar tetap beroperasi. Dalam alur cerita yang sederhana namun menyentuh, Boomba digambarkan berusaha menyelamatkan sekolahnya dengan keberanian yang luar biasa, termasuk saat ia harus menghadapi derasnya arus Sungai Brahmaputra.
Keunikan lain dari film ini adalah para pemerannya yang bukan aktor profesional. Sebagian besar pemain merupakan penduduk lokal dari desa tempat film tersebut diproduksi. Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih otentik dan dekat dengan realitas kehidupan masyarakat setempat. ***
Editor : Dian Suryantini