BALIEXPRESS.ID - Menjelang pelaksanaan Lomba Ogoh-Ogoh dalam rangka “Badung Caka Fest 2026”, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Badung Bagus Alit Sucipta meninjau langsung kesiapan venue sehari sebelum pembukaan rangkaian lomba di area Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (5/3).
Dalam Pemantauan dipastikan, seluruh aspek teknis arena lomba telah siap, termasuk penataan 21 ogoh-ogoh finalis yang merupakan hasil seleksi dari tujuh zona di enam Kecamatan se-Kabupaten Badung.
Disisi lain dalam pemantauan tersebut sebanyak 21 sekaa teruna diberikan dana motivasi masing-masing Rp 5 juta.
Berdasarkan pengamatannya di lapangan, Adi Arnawa mengatakan, fasilitas dan penataan venue tahun ini semakin representatif.
Sistem penataan dan rigging untuk penempatan ogoh-ogoh dinilai lebih rapi dan tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dari segi persiapan venue, tempat lomba sudah cukup representatif. Penataan ogoh-ogoh juga terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya. Walaupun kondisi cuaca saat ini kurang bersahabat, kita berharap tidak hari ini hujan sehingga besok para Yowana dapat tampil dalam kondisi maksimal,” ujar Adi Arnawa.
Pihaknya menyebutkan, partisipasi para Yowana tidak hanya memiliki makna ritual dalam tradisi Bali menjelang Hari Raya Nyepi.
Namun juga memiliki nilai estetika, sosial, hingga potensi ekonomi yang terus berkembang.
"Kami bersama Wakil Bupati hadir untuk menunjukkan komitmen dan apresiasi kepada Yowana-yowana yang telah berpartisipasi dan terpilih dalam Badung Caka Fest 2026. Semangat kreativitas anak-anak muda Badung ini harus terus kita dorong karena memiliki potensi besar bagi pengembangan seni dan ekonomi kreatif daerah,” ungkapnya.
Melihat semangat para Yowana yang tengah mempersiapkan ogoh-ogohnya, Bupati bersama Wakil Bupati Badung juga memberikan apresiasi berupa dana motivasi sebesar Rp 5 juta kepada masing-masing Sekaa Teruna.
Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda Badung.
Badung Caka Fest 2026 mengusung tema “Sakti Nugraha Loka”, yang menekankan harmoni antara kekuatan spiritual, kreativitas, serta nilai-nilai kearifan lokal.
Festival ini pun dirancang sebagai ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda sekaligus wadah penguatan ekonomi berbasis budaya.
Festival yang dipusatkan di kawasan Puspem Badung ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan seni, budaya, hiburan, serta aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan komunitas lokal dan pelaku UMKM.
Pemkab Badung menargetkan festival ini mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, memperkuat pelestarian budaya lokal, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata di wilayah Badung dan Bali.
Sebelumnya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung telah melaksanakan penilaian awal terhadap 597 ogoh-ogoh yang terbagi dalam tujuh zona dari enam Kecamatan selama lima hari, yakni pada 18–22 Februari 2026.
Dari proses seleksi tersebut, 21 ogoh-ogoh terbaik berhasil melaju ke babak final.
Panitia juga menyiapkan total hadiah yang cukup besar bagi para pemenang. Juara I akan memperoleh hadiah Rp 50 juta disertai piala dan piagam penghargaan.
Selain itu, terdapat 15 nominasi terbaik yang masing-masing akan menerima penghargaan sebesar Rp 10 juta beserta piagam. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga