Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Korban Tewas Terseret Banjir Bandang di Desa Banjar Buleleng, Sempat Raih Pohon Kopi

I Made Mertawan • Sabtu, 7 Maret 2026 | 08:34 WIB

Satu korban banjir bandang di Dusu Santal, Buleleng, Dewa Ketut Adi Suarjana, ditemukan tak bernyawa, Jumat (6/3/2026) malam.
Satu korban banjir bandang di Dusu Santal, Buleleng, Dewa Ketut Adi Suarjana, ditemukan tak bernyawa, Jumat (6/3/2026) malam.

BALIEXPRESS.ID-  Banjir bandang menerjang Dusun Santal dan Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Jumat (6/3/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian tersebut pada Jumat malam pukul 22.10 Wita.

Informasi awal menyebutkan bahwa sungai meluap hingga memicu banjir bandang yang menerjang permukiman warga.

Dalam peristiwa tersebut, empat orang warga dilaporkan menjadi korban.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa satu korban telah ditemukan meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Dewa Ketut Adi Suarjana,55, warga Dusun Santal.

Menurut keterangan saksi, lanjut Donny Indrawan, Suarjana sempat berusaha menyelamatkan mobilnya saat air sungai mulai meluap.

Celaka, saat baru masuk ke dalam mobil, tiba-tiba banjir bandang datang dan menyeret kendaraan tersebut.

Korban sempat keluar dan mencoba meraih pohon kopi untuk menyelamatkan diri, tetapi nahas ia terhantam pohon besar yang ikut terseret arus.

Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 23.00 Wita setelah ketinggian air mulai surut.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSU Pratama Tanguwisia.

Sementara itu, tiga korban lainnya dilaporkan masih hilang di Dusun Ambengan, Desa Banjar.

Ketiganya merupakan satu keluarga yang rumahnya jebol akibat terjangan luapan Sungai Mendaum.

Mereka diketahui bernama Komang Suci,44, beserta dua anaknya, Putu Wini,17, dan Kadek Wahyu,12.

Upaya pencarian sempat dilakukan oleh tim SAR gabungan pada Jumat malam. Namun pencarian terkendala kondisi gelap dan jarak pandang yang terbatas.

"Pencarian kemarin malam terkendala kondisi gelap sehingga tidak efektif," jelas Kadek Donny.

Pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang dilanjutkan pada hari ini. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Banjir bandang #Banjar #buleleng