SINGARAJA, BALI EXPRESS - Memasuki hari kedua operasi pencarian korban banjir di Desa Banjar, Buleleng, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban pada Sabtu (7/3).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, sekitar pukul 13.56 WITA. Jenazah ditemukan tersangkut di antara tumpukan ranting kayu dan sampah yang terbawa arus deras banjir.
Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dewasa. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi oleh tim SAR menuju RSUD Buleleng untuk proses identifikasi lebih lanjut. Ia menjelaskan, korban ditemukan oleh tim yang melakukan penyisiran darat di sekitar aliran sungai.
“Waktu ditemukannya diinformasikan pada pukul 13.56 wita dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 14.18 wita, dan identitas masih belum diketahui,” ujar Sidakarya.
Meski demikian, identitas korban yang ditemukan masih dalam tahap pencocokan oleh pihak keluarga. Namun dari ciri-ciri yang ada, korban diduga kuat merupakan Komang Suci, 44, warga Dusun Ambengan, Desa Banjar, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat banjir bandang terjadi.
“Terkait identitasnya masih menunggu kepastian dari keluarga karena masih dilakukan proses pengecekan,” tambahnya.
Baca Juga: Satu Tewas, Tiga Hilang dalam Terjangan Banjir di Desa Banjar Buleleng
Dengan ditemukannya satu korban tersebut, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang kini tersisa dua orang. Keduanya merupakan remaja yang juga berasal dari Dusun Ambengan.
Dalam operasi pencarian ini, sebanyak 139 personel dikerahkan dari berbagai unsur. Tim gabungan tersebut terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta sejumlah potensi SAR di wilayah Buleleng.
“Kami akan fokus melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan korban. Area puing juga akan dibersihkan menggunakan excavator untuk memudahkan proses penyisiran,” jelas Sidakara.
Selain itu, tim SAR juga melibatkan anjing pelacak guna membantu mendeteksi keberadaan korban yang masih hilang.
Seperti diketahui, banjir bandang yang terjadi pada Jumat (6/3) sore dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Luapan air dari Tukad Mendaum menyebabkan arus deras yang menghantam permukiman warga di Desa Banjar.
Dalam peristiwa tersebut, empat warga dilaporkan terseret arus banjir. Salah satu korban bernama Dewa Ketut Adi Suarjana, 55 ditemukan meninggal dunia pada Jumat malam. Ia terseret arus saat berusaha menyelamatkan mobilnya dari terjangan banjir.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan dengan menyisir aliran sungai dan area yang dipenuhi material banjir. ***
Editor : Dian Suryantini