Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Takbiran di Bali Tetap Bisa Digelar di Masjid dengan Aturan Khusus saat Nyepi

I Made Mertawan • Minggu, 8 Maret 2026 | 06:45 WIB

Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Putra Sukahet bahas aturan malam Takbiran jika bertepatan Hari Raya Nyepi bersama pacalang, Denpasar, Sabtu (7/3/2026).
Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Putra Sukahet bahas aturan malam Takbiran jika bertepatan Hari Raya Nyepi bersama pacalang, Denpasar, Sabtu (7/3/2026).

BALIEXPRESS.ID - Umat muslim di Bali dapat melaksanakan takbiran malam dengan aturan ketat apabila 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026, sehari setelah Hari Raya Nyepi.

Takbiran diperbolehkan di dalam masjid, berjalan kaki tanpa pengeras suara, tanpa kebisingan dan menggunakan cahaya yang minimal.

“Setelah selesai langsung balik ke rumah, mengikuti lagi (aturan) tidak boleh keluar rumah lagi jadi sudah, agar menjadi barometer toleransi dan kerukunan Bali ini untuk Indonesia,” pesan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, keputusan ini merupakan hasil kesepakatan tokoh-tokoh agama di Bali bersama Gubernur Bali, Panglima Kodam IX/Udayana, dan Kapolda Bali.

Sukahet menegaskan bahwa aturan ini bertujuan menjaga ketertiban, toleransi, dan kesucian Hari Raya Nyepi sekaligus memberi ruang bagi umat muslim melaksanakan ibadah takbiran. 

“Saling mengisi dan toleransi diajarkan semua agama, kita wujudkan di Bali dengan perayaan Nyepi yang bersamaan dengan Idul Fitri, bahkan dulu pernah berbarengan dengan Idul Fitri, berbarengan dengan Jumatan sering, saat hari Minggu pun pernah saat umat Kristen ibadah, jadi kita jalan dan Nyepi tidak ternodai,” kata Sukahet.

Ribuan pacalang akan dikerahkan untuk mengawasi desa adat masing-masing, bertindak humanis dan persuasif jika ada pelanggaran, sehingga Nyepi dan ibadah umat agama lain berjalan aman dan damai.

Penglingsir Agung menambahkan, jika kedua hari besar keagamaan ini dapat berjalan lancar, hal itu mencerminkan kehidupan berdampingan yang sesungguhnya, sesuai nilai Bhinneka Tunggal Ika dan ajaran agama yang menekankan saling menghormati dan toleransi.

“Jadi pacalang ada yang turun nanti bersama tokoh agama di lokasi setempat baik yang Islam atau lainnya, ini pengawal semuanya mudah-mudahan aman damai ya kita pertahankan itu hidup berdampingan,” katanya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #nyepi #idul fitri #fkub #Pacalang