Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SCVC Perkenalkan Layanan Kardiovaskular di Indonesia, Operasi TAVI Perdana Dilakukan di Bali International Hospital

Rika Riyanti • Senin, 9 Maret 2026 | 13:04 WIB

 

LAYANAN: Konferensi pers Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC), pusat layanan kardiovaskular yang berada di bawah Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), bekerja sama dengan Bali International Hospital
LAYANAN: Konferensi pers Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC), pusat layanan kardiovaskular yang berada di bawah Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), bekerja sama dengan Bali International Hospital

 

 

BALIEXPRESS.ID – Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC), pusat layanan kardiovaskular yang berada di bawah Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), mulai memperluas layanannya ke Indonesia melalui kerja sama dengan Bali International Hospital (BIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Kesejahteraan Sanur, Bali.

Kolaborasi ini ditandai dengan pelaksanaan tindakan Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) pertama oleh SCVC di BIH.

Program tersebut telah menjalani tahap persiapan sejak Desember 2025, termasuk proses skrining pasien dan penentuan kandidat tindakan.

Dua pasien asal Indonesia kemudian berhasil menjalani prosedur TAVI pada 7 Maret 2026 melalui kolaborasi tim dokter dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Puncak Dies Natalis ke-44 Unmas Denpasar Berlangsung Meriah, Wamendikti Tekankan Transformasi Pendidikan Tinggi

Tindakan dilakukan oleh Dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP, SubSp.Kl.,IKKv(K), dokter spesialis jantung intervensi dari SCVC, bersama Prof. Lam Yat Yin dan Prof. Su Xi dari HKAM Group. Seluruh biaya tindakan dalam program ini ditanggung oleh HKAMG melalui Surgery CSR Program yang ditujukan untuk memperluas akses pasien terhadap teknologi medis.

Bagi pasien dengan stenosis aorta berat, kondisi penyempitan katup jantung yang dapat memicu gagal jantung hingga kematian bila tidak ditangani, kehadiran prosedur ini menjadi salah satu pilihan terapi.

Sebelumnya, banyak pasien dengan kondisi tersebut menghadapi keterbatasan penanganan karena risiko tinggi operasi jantung terbuka atau harus mencari pengobatan ke luar negeri dengan biaya besar.

Melalui kerja sama SCVC dan BIH, pasien di Indonesia kini dapat mengakses prosedur jantung kompleks dengan standar internasional di dalam negeri.

Baca Juga: Pimpinan OPD Ikuti Lomba Ngerujak Serangkaian HUT ke-238 Kota Denpasar

CEO Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), Steven Tse menyebut, ekspansi SCVC ke Indonesia merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan jantung di kawasan Asia.

“Selama lebih dari dua dekade, HKAMG berkomitmen mengembangkan layanan kardiovaskular melalui integrasi praktik medis, pendidikan, dan penelitian. Kehadiran SCVC di Indonesia merupakan bagian dari upaya kami untuk menghadirkan teknologi medis mutakhir serta kolaborasi keahlian dokter internasional guna memperluas akses layanan jantung bagi pasien di kawasan Asia Tenggara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan operasi TAVI melalui program tanggung jawab sosial menjadi upaya untuk memastikan inovasi medis dapat diakses oleh pasien yang membutuhkan.

“Melalui program CSR TAVI ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi medis tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat diakses oleh pasien yang membutuhkan. Inisiatif ini juga membantu menjawab kebutuhan layanan jantung kompleks di Indonesia sehingga pasien tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri. Pengenalan prosedur TAVI di Bali International Hospital menandai tonggak penting dalam memperluas pilihan penanganan bagi pasien dengan penyakit katup jantung di Indonesia. Ketersediaan layanan ini menunjukkan bahwa prosedur jantung yang kompleks kini dapat dilakukan di Bali dengan standar internasional,” paparnya.

Chief of Commercial & Operations PT Pertamedika Bali Hospital, Dr. Noel Yeo, menyatakan kolaborasi antara BIH dan SCVC menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan kardiovaskular berteknologi tinggi di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal I Nyoman Gede Putra Sosok di Balik Suksesnya Cahya Private Mengemudi

“Pengenalan prosedur TAVI di BIH merupakan tonggak penting dalam memperluas pilihan penanganan bagi pasien dengan penyakit katup jantung di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa prosedur jantung yang sangat kompleks kini dapat dilakukan di Bali dengan standar pelayanan internasional,” katanya.

“Di BIH, kami berfokus untuk memastikan kesiapan infrastruktur, teknologi medis, serta kolaborasi dengan para dokter spesialis agar prosedur ini dapat dilakukan secara aman dan efektif. Melalui kemitraan dengan SCVC, kami juga berupaya terus mengembangkan layanan kardiovaskular yang komprehensif sekaligus memperkuat kapabilitas kardiologi intervensi di Indonesia. Inisiatif ini juga mendukung visi yang lebih luas untuk memposisikan Bali sebagai destinasi layanan kesehatan internasional, di mana pasien dapat mengakses layanan medis kelas dunia lebih dekat dengan tempat tinggal mereka,” imbuhnya.

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.

Salah satu kondisi yang sering ditemukan pada kelompok lanjut usia adalah stenosis aorta berat, yakni penyempitan katup aorta yang dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, pingsan, hingga gagal jantung.

Baca Juga: Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Seiring meningkatnya angka harapan hidup, jumlah kasus penyakit katup jantung degeneratif juga terus bertambah. Namun tidak semua pasien memiliki kondisi yang memungkinkan untuk menjalani operasi jantung terbuka.

TAVI merupakan prosedur minimal invasif untuk mengganti katup aorta tanpa pembedahan terbuka.

Katup baru dimasukkan melalui kateter yang biasanya diakses dari arteri paha.

Metode ini dinilai memiliki risiko lebih rendah serta masa pemulihan yang lebih singkat dibandingkan operasi konvensional.

 

Sebagian besar pasien dapat kembali pulang dalam waktu sekitar 48 hingga 72 jam setelah tindakan, sehingga prosedur ini menjadi alternatif penting terutama bagi pasien lanjut usia atau mereka yang memiliki risiko operasi tinggi.

Di Indonesia, prosedur TAVI masih tersedia di sejumlah rumah sakit terbatas.

Kehadiran layanan tersebut di Bali International Hospital diharapkan dapat memperluas akses bagi pasien sekaligus meningkatkan standar pelayanan jantung.

Menurut Dr. I Made Junior Rina Artha, keberadaan prosedur ini membuka pilihan terapi bagi pasien dengan risiko tinggi.

Baca Juga: IM3 Antar Langsung Grand Prize BYD M6 Untuk Pemenang IMPoin Pesta Hadiah 2025 di Bali

“Banyak pasien stenosis aorta berat datang dalam kondisi lanjut dan berisiko tinggi untuk menjalani operasi terbuka. Dengan TAVI, kami dapat memberikan alternatif terapi yang lebih aman dan efektif dengan proses pemulihan yang lebih cepat. Kolaborasi tenaga ahli dalam dan luar negeri ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan standar layanan jantung intervensi di Indonesia,” jelasnya.

Ke depan, SCVC berencana memperkuat kerja sama dengan dokter spesialis jantung di Indonesia melalui program transfer pengetahuan, diskusi kasus multidisiplin, serta penerapan standar klinis yang terintegrasi.

Melalui dukungan jaringan regional HKAMG, pengembangan layanan kardiovaskular berstandar internasional di Indonesia diharapkan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pasien memperoleh penanganan jantung kompleks tanpa harus berobat ke luar negeri.(***)

Editor : Rika Riyanti
#Bali International Hospital (BIH) #kardiovaskular #Sapporo #hong kong