SINGARAJA, BALI EXPRESS — Dentuman musik DJ biasanya identik dengan lagu-lagu elektronik modern. Namun di tangan Diah Krisna, irama elektronik justru berpadu dengan sesuatu yang jarang dibayangkan. Lagu-lagu tradisional anak-anak Bali.
Perempuan yang akrab disapa DJ Diah ini mencoba menghadirkan warna baru dalam dunia musik. Ia mengambil lagu-lagu anak tradisional seperti Dadong Dauh, Juru Pencar, dan beberapa lagu dolanan lainnya, lalu membawakannya dengan suaranya sendiri sebelum diolah kembali dengan sentuhan musik DJ masa kini.
Hasilnya adalah perpaduan unik antara nuansa tradisi dengan beat elektronik yang segar. Awalnya, Diah mengaku tidak langsung percaya diri dengan karya tersebut. Ide mencampur lagu anak-anak tradisional dengan musik DJ sempat membuatnya ragu.
“Awalnya saya tidak yakin apakah orang akan menerima atau tidak. Lagu-lagu ini kan sederhana, bahkan sering dianggap lagu masa kecil,” katanya.
Namun justru dari kesederhanaan itulah Diah melihat potensi. Lagu-lagu tersebut memiliki melodi yang kuat dan mudah diingat. Ketika dipadukan dengan aransemen elektronik, lagu-lagu itu tetap terasa akrab tetapi memiliki energi baru.
Proses kreatifnya pun cukup personal. Diah merekam sendiri vokal lagu-lagu tersebut, lalu mengolahnya menjadi track DJ dengan tempo dan beat yang disesuaikan dengan suasana pertunjukan.
Ketika pertama kali diputar di beberapa kesempatan, reaksinya ternyata di luar dugaan. Musik itu mampu menyatu dengan suasana. Banyak orang yang awalnya hanya mendengarkan, kemudian mulai ikut bergoyang mengikuti irama.
Baca Juga: DJ Diah Krisna: Di Balik Turntable, Ada Gadis Multitalenta dari Singaraja
Salah satu momen menarik terjadi ketika musik tersebut diputar di kegiatan Pasar Intaran.
Pasar dua mingguan ini dikenal sebagai ruang pertemuan antara masyarakat lokal dan pengunjung. Di sana, orang dapat menikmati kuliner tradisional, kerajinan lokal, hingga berbagai pertunjukan.
Kegiatan ini digagas oleh Intaran Foundation bersama Mentari Lovina Bar & Kitchen, kemudian diorganisir oleh komunitas kreatif SinMotion.
Di tengah suasana pasar yang santai dan penuh interaksi, Diah tampil membawakan set DJ-nya. Lagu-lagu tradisional anak-anak yang sudah diremix mulai mengalun dari meja DJ.
Alih-alih terasa aneh, musik tersebut justru menyatu dengan atmosfer pasar. Beberapa pengunjung terlihat tersenyum ketika mengenali potongan lagu yang pernah mereka dengar saat kecil.
Ada yang bersenandung pelan, ada juga yang ikut menggerakkan tubuh mengikuti beat elektronik yang mengiringinya.
Di atas panggung kecil, Diah tampil santai. Ia tidak berusaha membuat pertunjukan yang terlalu serius. Dengan gaya yang ringan dan penuh senyum, ia mengikuti suasana pasar yang akrab dan hangat.
Bagi Diah, pengalaman itu menjadi semacam penguat kepercayaan diri. Ia mulai merasa bahwa eksperimennya tidak sia-sia.
Menurutnya, menghidupkan kembali lagu-lagu tradisional tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang konvensional. Musik bisa bergerak mengikuti zaman, tanpa harus kehilangan akar budayanya.
“Kalau generasi muda bisa mendengar lagu-lagu ini lagi, meskipun lewat versi DJ, menurut saya itu sudah sangat berarti,” ujarnya.
Langkah kecil yang dilakukan Diah Krisna ini menunjukkan bahwa tradisi bisa menemukan jalannya sendiri di tengah perkembangan zaman. Kadang bukan dengan cara yang kaku, melainkan melalui kreativitas yang berani mencoba hal baru. ***
Editor : Dian Suryantini