BALIEXPRESS.ID - Domino yang berkembang di masyarakat kini mulai berkembang menjadi olahraga melalui kejuaraan resmi.
Bahkan Pengurus Cabang Olahraga Domino (Orado) Kabupaten Badung menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) di Kenil Coffe, Mengwi, Selasa (10/3).
Event ini diikuti puluhan tim sebagai upaya menjaring atlet untuk mewakili daerah Gumi Keris ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada April 2026.
Ketua Pengcab Olahraga Domino (ORADO) Badung, Made Sumerta mengatakan, kejuaraan ini dibagi dalam dua kategori, yakni senior dan junior.
Untuk kepesertaan kategori senior terdiri dari 8 tim dengan 16 peserta.
Sementara dalam kategori junior diikuti 12 tim dengan 24 peserta.
“Ini kegiatan perdana kami di Orado Badung. Kejuaraan ini juga bagian dari memperkenalkan domino sebagai olahraga resmi,” ujar Sumerta.
Pihaknya menyebutkan, kejuaraan ini sebagai ajang penjaringan atlet potensial yang akan mewakili Kabupaten Badung pada Kejurprov Orado Bali yang dijadwalkan April mendatang di wantilan DPRD Bali, Renon, Denpasar.
"Kejuaraan ini juga sebagai upaya seleksi atlet menuju Kejurprov. Untuk juara I - III akan diplot dan dikirim ke event itu. Mudah - mudahan, mereka bisa memberikan yang terbaik pada ajang ini," paparnya.
Disinggung image olahraga domino berkaitan erat dengan perjudian, Sumerta pun mengaku hal ini menjadi tujuan lain dari pelaksanaan kejuaraan.
Melalui Kejurcab yang digelar, pihaknya pun ingin mensosialisasikan kepada khalayak luas.
Sebab dalam kejuaraan ini ada aturan yang harus diperhatikan para atlet agar tidak terkena diskualifikasi atau pengurangan poin.
"Olahraga ini mengedepankan kedisiplinan. Tidak diperbolehkan ada taruhan uang, kode tertentu antar tim, atau tangan di atas meja saat bermain. Kalau selama ini para atlet kenal dengan permainannya, tapi tidak dengan aturan. Maka, Orado hadir untuk menetapkan aturan yang harus dijalani," jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menerangkan, untuk menjaring atlet muda dirinya pun telah mensosialisasikan Cabor ini ke sekolah tingkat SMP dan SMA.
Harapannya terlahir atlet muda berprestasi dan mampu bersaing hingga di tingkat nasional.
“Kami berharap di tahun depan cabor Domino dapat masuk dalam Porprov Bali menjadi cabang eksibisi. Harapan kami juga akan ikut dilombakan,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga