Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Arus Mudik Lebaran Mulai Terlihat di Pelabuhan Gilimanuk, Pemudik Pilih Pulang Kampung Lebih Awal

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 11 Maret 2026 | 07:00 WIB

 

Situasi di Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (10/3/2026).
Situasi di Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (10/3/2026).

BALIEXPRESS.ID – Arus mudik Lebaran 2026 dari Bali menuju Pulau Jawa mulai terlihat di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (10/3/2026).

Sejumlah perantau yang bekerja di Bali memilih pulang kampung lebih awal untuk menghindari kemacetan menjelang puncak arus mudik.

Meski sudah mulai ada pergerakan pemudik, kondisi penyeberangan dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk masih terpantau relatif lengang.

Namun demikian, aktivitas kendaraan pribadi maupun sepeda motor yang akan menyeberang mulai meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Beberapa pemudik mengaku sengaja berangkat lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang yang biasanya terjadi mendekati Lebaran.

Selain itu, faktor penutupan aktivitas penyeberangan saat Hari Raya Nyepi juga menjadi pertimbangan penting.

Seperti diketahui, saat perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 mendatang, aktivitas transportasi di Bali termasuk penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk akan dihentikan sementara.

Salah satu pemudik, Muhammad Hariyanto, warga Bondowoso, Jawa Timur yang bekerja di sebuah hotel di Denpasar, mengaku sengaja pulang lebih cepat ke kampung halamannya.

Ia menyebut keputusan tersebut diambil untuk menghindari kemacetan sekaligus mengurus dokumen kendaraan yang hilang sebelum Lebaran tiba.

“Alasan pertamanya biar tidak kena macet karena hari raya Nyepi itu, yang kedua sekalian mengurus STNK yang hilang supaya tidak terlalu dekat dengan hari raya,” ujarnya.

Pihak operator penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk, memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi empat hari sebelum Hari Raya Idulfitri.

Menurut perwakilan ASDP, Didi Juliansyah, puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 15 Maret 2026.

Puncak arus balik diprediksi terjadi lima hari setelah Lebaran atau pada 26 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan sebanyak 55 kapal yang akan melayani penyeberangan Bali–Jawa selama periode angkutan Lebaran tahun ini.

ASDP juga memprediksi jumlah pemudik dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk akan meningkat sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami menyediakan 55 kapal untuk angkutan Lebaran tahun ini. Tidak ada perbantukan kapal besar, kami optimalkan kapal yang ada untuk memperlancar mudik tahun ini. Pola operasi normal, padat, dan sangat padat akan kami terapkan, dan tentunya akan ada penambahan kapal di tiap pola operasi tersebut,” jelas Didi.

Dengan mulai bergeraknya pemudik lebih awal, diharapkan kepadatan penyeberangan menjelang puncak arus mudik dapat lebih terdistribusi sehingga perjalanan pemudik dari Bali menuju Jawa tetap lancar dan aman. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#lebaran #mudik #nyepi #pelabuhan gilimanuk #jembrana