BALIEXPRESS.ID – Setelah tujuh hari pencarian intensif, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas) resmi menutup operasi SAR terhadap korban banjir bandang di Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Kamis (12/3/2026).
Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan evaluasi menyeluruh dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.
Meskipun upaya maksimal telah dikerahkan, satu orang korban atas nama Putu Wini, 17, masih belum ditemukan hingga batas akhir masa operasi standar.
Pada hari terakhir pencarian (H+7), tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan memulai aksi sejak pukul 07.00 Wita. Pencarian dibagi menjadi beberapa sektor.
Dari penyisiran air menggunakan Rubber Boat di sepanjang aliran sungai Banjar hingga ke area pesisir pantai.
Pembersihan material dengan mengerahkan dua unit alat berat (excavator) dari Dinas PUTR Kabupaten Buleleng untuk membongkar tumpukan sampah, lumpur, dan material bangunan yang menyumbat aliran sungai.
Hingga pukul 13.00 WITA, hasil pencarian tetap nihil. "Mengingat tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban dan telah melewati masa operasi tujuh hari, tim memutuskan untuk menghentikan pencarian fisik secara masif," ujar Kepala Pos SAR Buleleng, Kadek Dony Indrawan, Kamis (12/3/2026).
Bencana banjir ini memakan total empat korban jiwa, di antaranya Dewa Ketut Adi Suarjaya, 55 yang meninggal dunia setelah terseret arus banjir.
Komang Suci, 44, juga dinyatakan meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di sela-sela ranting pohon yang turut hanyut terbawa arus banjir.
Kadek Wahyu, remaja 12 tahun yang juga meninggal Dunia. Jasadnya ditemukan mengapung di perairan Dencarik Kecamatan Banjar.
Putu Wini remaja perempuan berusia 17 tahun masih dinyatakan hilang.
Hambatan utama selama sepekan pencarian adalah tebalnya material lumpur serta banyaknya pepohonan tumbang yang menimbun lokasi kejadian.
Meski operasi resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing, pihak Basarnas menegaskan bahwa operasi bisa dibuka kembali sewaktu-waktu.
"Jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau laporan mengenai keberadaan korban, operasi SAR akan segera dibuka kembali," imbuhnya. (*)
Editor : I Made Mertawan