BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Desa Dinas Sayan, Kecamatan Ubud, menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya Bali dengan menyalurkan bantuan punia berupa bahan organik kepada Sekaa Teruna-Teruni (STT) se-Desa Sayan. Meski jika diuangkam nilainya yang tidak terlalu besar, dengan bantuan tersebut STT dapat meningkatkan kreatifitasnya dan tetap menjaga tradisi dan budaya Bali dengan bahan ramah lingkungan menjelang pelaksanaan Nyepi.
Penyerahan punia ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Perbekel Desa Sayan, Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah desa terhadap generasi muda dalam menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing STT di setiap banjar menerima bahan organik bahan ogoh-ogoh, dan jika diungkan bantuannya sebesar Rp2 juta. "Bantuan ini diperuntukkan bagi pembuatan ogoh-ogoh yang akan dipentaskan dan diarak pada malam Pangerupukan, sehari sebelum pelaksanaan Nyepi, " paparnya, Selasa (17/3).
Baca Juga: Patroli Gabungan TNI-Polri di Blahbatuh Intensif Jelang Nyepi dan Idul Fitri
Menurut Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya, pemberian punia ini tidak hanya sekadar dukungan materiil saja, tetapi juga sebagai upaya menjaga eksistensi seni budaya yang sarat nilai spiritual dan religius. "Ogoh-ogoh dinilai sebagai simbol penting dalam rangkaian perayaan Nyepi yang memiliki makna penyucian diri dan lingkungan," imbuh pria asli Desa Adat Penestanan, Sayan ini.
Selain memberikan bantuan, Pemerintah Desa Dinas Sayan juga mengimbau para pemuda agar dalam proses pembuatan ogoh-ogoh tetap mengutamakan penggunaan bahan-bahan alami. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung konsep budaya yang ramah alam.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan generasi muda agar terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam berkarya. "Pemerintah desa berharap, melalui dukungan ini, para pemuda dapat menghasilkan ogoh-ogoh yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai filosofi yang mendalam, " tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya berharap bantuan punia tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para pemuda di Desa Sayan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Hari Suci Nyepi sebagai momentum introspeksi diri demi keharmonisan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan berbangsa. *
Editor : Putu Agus Adegrantika