Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Safari Ogoh-Ogoh di Serangan, Warga dan BTID Kolaborasi Jaga Tradisi Nyepi

Rika Riyanti • Rabu, 18 Maret 2026 | 11:04 WIB
SAFARI: PT Bali Turtle Island Development (BTID) melakukan kunjungan ke sejumlah banjar di Desa Serangan melalui kegiatan bertajuk Safari Ogoh-Ogoh
SAFARI: PT Bali Turtle Island Development (BTID) melakukan kunjungan ke sejumlah banjar di Desa Serangan melalui kegiatan bertajuk Safari Ogoh-Ogoh

 

 

 

BALIEXPRESS.ID – Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, kegiatan pembuatan ogoh-ogoh di Desa Serangan kembali menggeliat.

Tradisi yang sarat makna ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga ruang kreativitas dan kebersamaan bagi generasi muda di tingkat banjar.

Dalam rangkaian persiapan tersebut, PT Bali Turtle Island Development (BTID) melakukan kunjungan ke sejumlah banjar di Desa Serangan melalui kegiatan bertajuk Safari Ogoh-Ogoh.

Kegiatan ini menjangkau enam banjar, yakni Banjar Kawan, Peken, Kaja, Pongjok, Tengah, dan Dukuh, sekaligus memberikan bentuk apresiasi terhadap karya ogoh-ogoh yang dibuat para pemuda.

Baca Juga: Pulang Kampung Aman dan Nyaman, BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik dengan 238 Bus

Bagi masyarakat Bali, khususnya di Serangan, ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni yang diarak saat pengerupukan.

Tradisi ini memiliki makna simbolis sebagai upaya menetralisir kekuatan negatif (Bhuta Kala) sebelum memasuki hari raya Nyepi.

Proses pembuatannya pun menjadi wadah bagi Sekaa Truna-Truni (STT) untuk memperkuat nilai gotong royong dan menjaga kesinambungan tradisi.

Di Banjar Kawan, misalnya, STT setempat menampilkan ogoh-ogoh bertema “Bhagawan Samirana” dengan pendekatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini kami ingin tampil sedikit berbeda. Ogoh-ogoh tidak semata menggambarkan Bhuta Kala, tapi ada unsur estetika dan pesan kebaikan di dalamnya,” ujar I Wayan Adi Saputra, Ketua STT Satya Witra Banjar Kawan, Rabu (18/3).

Ia juga menyebutkan bahwa material yang digunakan lebih ramah lingkungan, seperti kertas dan koran bekas.

Menurutnya, dukungan yang diberikan turut membantu para pemuda dalam berkarya.

Baca Juga: Astra Motor Bali Hadirkan Honda Tire Pit Express, Solusi Ganti Ban dan Oli Tanpa Antre

 “Ya, positif ya. Terima kasih juga untuk BTID Kura Kura Bali yang selalu mendukung kegiatan kita apapun di pemuda, seperti penjor dan ogoh-ogoh ini. Jadinya dengan adanya apresiasi dari BTID ini kita bisa menghasilkan karya,” ujarnya.

Hal serupa terlihat di Banjar Pongjok dan Banjar Tengah.

Selain mempersiapkan ogoh-ogoh, para pemuda juga menggarap pertunjukan tari dan tabuh sebagai bagian dari pementasan saat pengarakan.

Godem, salah satu penari dari STT Satya Budhi, mengatakan bahwa latihan telah dilakukan sejak Februari dengan melibatkan berbagai kalangan usia.

Baca Juga: Maling Sesari di Pura Luhur Pucak Petali Tabanan Terekam CCTV, Balik Lagi Ambil HP Tertinggal

“Karena kita mengedepankan semangat gotong royong, jadi tarian ini juga melibatkan pelajar dari berbagai rentang usia dari SD, SMP, SMA hingga mahasiswa seperti saya. Latihan untuk tarian ini sudah kita lakukan sejak Februari,” ujar Godem.

Ia menambahkan, dukungan yang diberikan turut membantu keberlangsungan kegiatan seni di kalangan generasi muda.

“Kolaborasi dengan BTID ini sangat bagus ya, karena kita sebagai pemuda-pemudi sangat terbantu dengan adanya dana apresiasi ini. Sehingga regenerasi pelestarian kebudayaannya bisa terus berlanjut.”

Di Banjar Dukuh, Ketua STT Satya Hredhaya, Kadek Noni Purnama Dewi, juga menilai kerja sama yang terjalin mampu mendorong kreativitas pemuda di banjarnya.

Sementara itu, Kepala Komunikasi BTID Zefri Alfaruqy menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan dengan masyarakat sekaligus menghormati tradisi lokal.

“Kegiatan Safari Ogoh-Ogoh ini bukan hanya agenda rutin kami, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan kami terhadap kearifan lokal Desa Serangan. Kami senang sekali melihat antusiasme para pemuda yang mampu menyatukan kreativitas seni dengan nilai-nilai keberlanjutan melalui penggunaan material ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga: Penumpang Bandara Ngurah Rai Tembus 66 Ribu per Hari, Trafik Lebaran 2026 Tumbuh Dua Digit

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus berjalan bersama masyarakat dalam menjaga identitas budaya Bali.

 “Dukungan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi Sekaa Truna-Truni (STT) untuk terus berkarya. Kami percaya bahwa harmoni antara pengembangan kawasan ekonomi dengan pelestarian tradisi adalah kunci bagi kemajuan bersama di masa depan,” pungkasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #nyepi #ogoh-ogoh #btid