BALIEXPRESS.ID- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur utama Singaraja–Gilimanuk dan berujung fatal.
Seorang pria lanjut usia (lansia) pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan pengendara lain di wilayah Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (21/3/2026).
Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 09.45 Wita di Kilometer 55,100, tepatnya di kawasan Banjar Dinas Pala Sari.
Dua sepeda motor yang terlibat masing-masing adalah Kawasaki trail bernomor polisi DK 5129 UBO dan Honda Vario DK 6712 VH.
Dari keterangan pihak kepolisian, kecelakaan terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah berbeda dan bertemu di satu titik ketika salah satu pengendara mencoba melintasi jalan.
Situasi lalu lintas di lokasi kejadian disebut cukup ramai, sehingga membutuhkan kehati-hatian.
Baca Juga: Tutup Jegeg Bungan Desa 2026, Bupati Adi Arnawa Apresiasi Kreativitas Pemuda
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan bahwa sepeda motor Kawasaki bergerak dari arah barat ke timur.
Sementara itu, Honda Vario melaju dari arah utara ke selatan dengan maksud menyeberang jalan utama.
“Pada saat bersamaan, terjadi benturan antara bagian depan Kawasaki dengan sisi kanan Honda Vario,” ungkapnya, Senin (23/3/2026).
Benturan tersebut mengakibatkan pengendara Honda Vario, Wayan Kardim, 84, mengalami luka berat.
Ia menderita patah tulang di bagian leher serta rusuk. Korban sempat mendapat penanganan awal di Puskesmas Gerokgak II sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Pratama Seririt.
Namun demikian, kondisi korban tidak dapat diselamatkan. Sekitar pukul 11.30 Wita, ia dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.
Di sisi lain, pengendara Kawasaki, Kadek Hendrayasa, 22, juga mengalami luka-luka.
Ia mengalami lecet pada wajah, luka robek di dagu, serta keluhan nyeri pada pergelangan tangan kanan.
Setelah sempat dirawat di fasilitas kesehatan terdekat, korban kemudian dirujuk ke RS Santigraha Seririt.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa kecelakaan diduga dipicu oleh kurangnya kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika melakukan manuver di jalan utama.
Jalur Singaraja–Gilimanuk dikenal sebagai salah satu ruas dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, sehingga rawan terjadi kecelakaan jika pengendara lengah.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan pentingnya disiplin berlalu lintas, khususnya saat melintasi jalan dengan intensitas kendaraan yang padat.
Pengendara diminta untuk lebih memperhatikan kondisi sekitar sebelum mengambil keputusan di jalan.
“Pastikan situasi aman sebelum menyeberang atau berpindah jalur. Kurangi kecepatan dan tetap fokus saat berkendara,” tegas Yohana. (*)
Editor : I Made Mertawan