BALIEXPRESS.ID-Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Busungbiu , Kabupaten Buleleng, kembali memicu bencana tanah longsor.
Kali ini, sebuah rumah warga di Desa Subuk terdampak setelah material tanah dari tebing di samping rumah ambrol dan menghantam bagian dapur, Minggu (22/3/2026) sore.
Peristiwa itu terjadi di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari.
Baca Juga: BeeFam’s Kembangkan Usaha Madu Trigona di Jakarta Barat melalui LinkUMKM BRI
Intensitas hujan yang tinggi, ditambah angin kencang, membuat kondisi tanah menjadi labil hingga akhirnya tidak mampu menahan beban air. Sekitar pukul 14.30 Wita, longsoran tanah pun terjadi secara tiba-tiba.
Rumah milik Wayan Sudiana, 51, menjadi salah satu yang terdampak cukup parah.
Bagian dapur rumahnya yang berada di sisi dekat tebing mengalami kerusakan serius setelah dihantam material longsor berupa tanah dan bebatuan.
Baca Juga: Kecelakaan di Jalur Pupuan-Seririt, Pejalan Kaki Lansia Tewas Tertabrak Truk
Saat kejadian berlangsung, Sudiana bersama istri dan anak-anaknya berada di dalam rumah.
Hujan mulai turun sekitar pukul 13.00 Wita dan terus berlangsung dengan intensitas tinggi.
Sekitar satu setengah jam kemudian, ketika hujan mulai mereda, suasana mendadak berubah mencekam.
Suara gemuruh keras terdengar dari arah samping rumah. Awalnya, Sudiana mengira suara tersebut berasal dari air hujan yang mengalir deras.
Saat ia keluar untuk memastikan, pemandangan mengejutkan terlihat di depan mata.
Tanah dari tebing di samping rumah sudah longsor dan menutup sebagian halaman, bahkan merusak dinding dapur hingga jebol.
Dapur berukuran kurang lebih 4 x 3 meter itu mengalami kerusakan. Dinding yang sebelumnya berdiri kokoh tak mampu menahan tekanan material longsor.
Sejumlah perabot dapur juga dilaporkan rusak akibat tertimpa tanah.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa jam sebelum peristiwa.
“Tanah menjadi jenuh air akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama. Kondisi ini menyebabkan struktur tanah melemah dan akhirnya longsor, merusak bagian dapur rumah warga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2026).
Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup besar, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Seluruh penghuni rumah berhasil selamat karena berada di bagian depan rumah saat longsor terjadi, namun demikian, kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Pascakejadian, warga sekitar bersama aparat setempat langsung bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup area rumah.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan serta mempercepat proses pemulihan.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan atau dekat tebing, agar lebih waspada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Kondisi tanah yang labil sangat berpotensi memicu longsor susulan, terutama jika curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, warga juga diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak terkait apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan di sekitar rumah atau perubahan struktur tanah di lingkungan sekitar. (*)
Editor : I Made Mertawan