BALIEXPRESS.ID - Insiden berdarah lagi-lagi terjadi di Kawasan Kuta Utara, Badung. Seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda inisial RP, menjadi korban pembunuhan di depan Villa Amira Nomor 1, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Senin (23/3) pukul 22.50 WITA.
Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti membenarkan kejadian itu. Pelaku disebut merupakan dua orang laki-laki yang belum diketahui identitasnya. "Pelaku menusuk korban menggunakan pisau," terangnya, Selasa (24/3).
Peristiwa tragis ini bermula ketika RP dan pacarnya inisial PI, 30, keluar jalan-jalan sekira pukul 22.00 WITA. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), sang pacar melihat ada dya orang berboncengan dengan menggunakan motor matic berwarna hitam.
Baca Juga: Suasana Mencekam, Tanah Longsor Terjang Rumah Warga di Subuk Busungbiu Buleleng
"Ciri-ciri kedua orang itu, yang di depan memakai jaket hitam diduga ojek online, helm warna hitam masker warna biru dan yang di bonceng memakai baju kaos orange tidak memakai helm," tutur Aiptu Ayu. Saat pengendara tersebut sampai di ujung gang, mereka langsung berbalik arah.
Melihat hal itu, korban langsung berhenti dan menyuruh kekasihnya untuk mengunci villanya yang berada di Villa Amira Nomor 3. Namun, tiba-tiba saja kedua pengendara tersebut menyerang RP menggunakan pisau.
PI pun juga kejar oleh salah satu pelaku (yang menggunakan jaket ojol), sehingga wanita itu berlari ke depan villa Amira Nomor 4 yang kala itu dalam keadaan gelap. "Saksi sempat melihat penyerang itu memasuki villa korban, tetapi tidak lama keluar lagi," tambahnya.
Karena tidak menemukan PI, pelaku melanjutkan untuk menghujani tubuh korban dengan tusukan senjata tajam. Setelah melancarkan aksinya, saksi yang mengintip dari kegelapan melihat kedua pelaku melarikan diri.
Barulah kemudian PI berani mendekati pacarnya yang sudah tergeletak bersimbah darah sembari beteriak meminta pertolongan. Dia juga menghubungi pemilik villa inisial NMA, 39, untuk memanggilkan ambulance.
Sementara berdasarkan keterangan warga inisial KPTAP, 34, dirinya sempat mendengar teriakan saat sedang melakukan persembahyangan. Saat melihat ke arah TKP, didinya melihat pelaku sebanyak dua orang kabur dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam.
Karena melihat pelaku membawa pisau, saksi pun tidak berani mendekat ke TKP. Kasus ini lantas dilaporkan ke polisi. "Sosok yang terlihat oleh saksi membawa pisau adalah pelaku yang dibonceng," tandasnya.
Baca Juga: Kecelakaan di Jalur Pupuan-Seririt, Pejalan Kaki Lansia Tewas Tertabrak Truk
Selanjutnya, korban dilarikan ke RS BIMC oleh ambulance. Setibanya di sana, pria asal negeri Kincir Angin itu sudah tidak sadarkan diri dan masih mengeluarkan darah dari luka-luka yang terbuka pada bagian leher, wajah, lengan, bahu, hingga punggung.
Sempat dilakukan resusitasi jantung, tetapi nyawa pria itu tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal sekitar pukul 23.29 WITA, kemungkinan besar akibat kehabisan darah.
Setibanya pihak kepolisian, korban sudah tidak ada di lokasi karena telah telah dilarikan ke rumah sakit. Namun di tempat itu masih banyak terlihat darah di lantai dan adanya mata pisau yang tertinggal di atas darah tersebut.
"Di lokasi tidak adanya kamera CCTV, akan tetapi depan gang ada kamera CCTV milik salah satu warga setempat," ucapnya. Hasil pemeriksaan Unit Identifikasi Polres Badung, ditemukan sejumlah barang di TKP.
Baca Juga: BeeFam’s Kembangkan Usaha Madu Trigona di Jakarta Barat melalui LinkUMKM BRI
Seperti, satu buah kacamata, satu buah handphone, sepasang sendal slop warna putih, sepasang sendal kulit wanita bewarna coklat, satu buah mata pisau, satu buat cincin bagian pisau, atu buah ujung senter, satu buah baterai, serta atu buah tutup senter. Tidak ada barang berharga korban yang hilang. Kini polisi masih menyelidiki identitas dan keberadaan pelaku. (ges)
Editor : Iqbal Kurnia