Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TPA Peh Jembrana Hanya Andalkan Satu Alat Berat, Pengolahan Sampah Tidak Optimal  

Gede Riantory Warmadewa • Kamis, 26 Maret 2026 | 07:16 WIB
Kondisi tumpukan sampah di TPA Peh, Desa Kaliakah, Jembrana. (Riantory Warmadewa/Bali Express)
Kondisi tumpukan sampah di TPA Peh, Desa Kaliakah, Jembrana. (Riantory Warmadewa/Bali Express)

 

BALIEXPRESS.ID - Pengiriman sampah pemudik dari Gilimanuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh, Jembrana sempat tertunda akibat kondisi TPA yang mengalami kelebihan kapasitas (overload) dan belum tertata secara optimal.

Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan alat berat yang beroperasi di lokasi. Saat ini, TPA Peh hanya mengandalkan satu unit alat berat jenis ekskavator untuk mengolah sampah.

Sementara itu, empat unit alat berat milik TPA dilaporkan dalam kondisi rusak, sehingga tidak dapat difungsikan.

Baca Juga: Pelabuhan Gilimanuk Mulai Padat, Puluhan Ribu Kendaraan Arus Balik Masuk Bali

Kepala UPTD TPA Peh, Putu Ardana  membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasional pengolahan sampah terganggu akibat minimnya alat berat yang tersedia.

“TPA Peh memang sempat overload karena hanya mengandalkan satu alat berat. Empat alat berat milik kami rusak, sehingga kami terpaksa menyewa satu unit dari pihak swasta,” ujarnya.

Meski demikian, sampah masih tetap masuk ke TPA, namun proses pemilahan dan penataan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Baca Juga: Pemkab Tabanan Lelang 11 Jabatan Eselon IIB, Posisi Sekwan dan PU Paling Laris

“Alat berat yang ada terus beroperasi, tetapi karena hanya satu unit, kami tidak bisa melakukan pemilahan sampah secara optimal,” katanya.

Terkait perbaikan alat berat yang rusak, pihaknya telah berkoordinasi dengan bengkel.

Proses perbaikan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena terkendala libur cuti bersama Lebaran 2026.

“Teknisi baru bisa datang setelah libur. Mudah-mudahan perbaikan segera dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, sampah kiriman dari Gilimanuk dilaporkan mulai masuk ke TPA Peh sejak tiga hari terakhir.

Tercatat, dua unit truk pengangkut telah mengirimkan sekitar 9 ton sampah ke lokasi tersebut.

Di sisi lain, sampah harian dari wilayah lain tetap terus masuk ke TPA, meskipun kapasitas pengolahan sedang terbatas.

Ardana menegaskan pihaknya berkomitmen untuk segera memperbaiki seluruh alat berat yang rusak guna mengembalikan optimalisasi pengelolaan sampah.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat direncanakan pengadaan alat berat baru.  

Rencana tersebut batal akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Kondisi ini terjadi karena kerusakan bertahap. Sebelumnya alat berat masih berfungsi, namun kini semuanya mengalami kerusakan,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#alat berat rusak #tpa peh #jembrana