BALIEXPRESS.ID - Sejumlah jabatan setingkat kepala dinas (Kadis) di lingkungan Pemkab Badung masih kosong hingga saat ini.
Bahkan beberapa diantaranya telah ditinggalkan pejabat lama hingga satu tahun.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa pun telah menanggapi hal ini, namun dirinya menyatakan masih berproses untuk mengisi kekosongan jabatan.
Baca Juga: Polres Gianyar Gelar Rikmin Awal Penerimaan Polri 2026, Tekankan Prinsip Transparansi
Menurut Adi Arnawa, mekanisme pengisian jabatan saat ini tidak dilakukan secara instan, karena harus melalui tahapan dan persetujuan dari pemerintah pusat.
Pelantikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang baru dilakukan disebutkan, merupakan bagian dari tahap yang sempat tertunda.
"Sebenarnya itu tahap pertama, tapi karena ada proses lanjutan di Dukcapil, jadi tidak bisa langsung barengan dan baru dilantik sekarang," ujarnya, Rabu (1/4).
Terkait pengisian jabatan lainnya, Bupati asal Pecatu ini pun mengaku, masih berproses dan harus melalui mekanisme yang berlaku, termasuk persetujuan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dirinya pun menyatakan, kalau pengisian jabatan itu tidak seperti dulu.
“Prosesnya sudah beda. Kalau sekarang (kosong), tidak bisa langsung ganti. Prosesnya bisa memakan waktu sampai berbulan-bulan," ungkapnya.
Baca Juga: Jalan Longsor Sejak November 2025, Warga Boundary Garden Harapkan Perbaikan
Terkait metode pengisian jabatan, Adi Arnawa menerangkan, lebih cenderung menggunakan pendekatan manajemen talenta dibandingkan lelang jabatan.
Menurutnya, pola ini penting untuk menyiapkan kader birokrasi ke depan, bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan.
"Ini bukan hanya mengisi yang kosong. Saya sedang mempersiapkan kaderisasi. Siapa yang punya potensi ke depan harus mulai dilihat dari sekarang," tegasnya.
Pihaknya menilai, penempatan pejabat harus mempertimbangkan keberlanjutan kepemimpinan.
Termasuk untuk posisi strategis seperti Sekretaris Daerah (Sekda) yang akan memasuki masa pensiun 5 tahun kedepan.
Untuk itu, proses seleksi dilakukan dengan memberi ruang kompetisi bagi para pejabat yang ada.
“Mencari Sekda itu tidak mudah. Jadi harus disiapkan dari sekarang. Begitu juga dengan kadis lainnya, harus dipertimbangkan semuanya,” paparnya.
Lebih lanjut, mantan Sekda Badung ini memastikan Pemkab Badung tidak kekurangan sumber daya birokrat.
Bahkan diakui banyak pejabat muda potensial yang terus didorong untuk berkembang, namun tetap mempertimbangkan pejabat senior yang memiliki kinerja, loyalitas, dan komitmen baik.
Ia juga memastikan seluruh jabatan akan diisi secara bersamaan setelah proses rampung.
“Tidak ada yang didahulukan, semua satu paket. Yang penting program tetap jalan. Buktinya pembangunan tetap berjalan,” jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga