Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bahas LKPJ 2025, Komisi I DPRD Badung Panggil 11 OPD

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 9 April 2026 | 18:09 WIB
Komisi I DPRD Badung usai menggelar rapat bersama sejumlah OPD, Kamis (9/4). (Humas DPRD Badung)
Komisi I DPRD Badung usai menggelar rapat bersama sejumlah OPD, Kamis (9/4). (Humas DPRD Badung)

BALIEXPRESS.ID - Komisi I DPRD Badung melakukan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2025 melalui rapat kerja bersama sebelas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (9/4).

Dalam rapat Dewan Badung membahas serapan anggaran di tahun 2025, kebutuhan sumber daya manusia, hingga stabilitas sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi Badung.

Adapun sebelas OPD yang terlibat dalam Raker, yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Riset dan Inovasi Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD).

Baca Juga: Rapat Bahas LKPJ 2025, Komisi II DPRD Badung Minta Utamakan Penyelesaian Masalah Sensitif

Ada juga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Pertanahan, Satpol PP Badung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DukCapil), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Badung.

Rapat yang berlangsung di Ruang Gosana II DPRD Badung ini dipimpin Wakil Ketua Komisi I, I Gusti Lanang Umbara. Sejumlah anggota komisi turut hadir, di antaranya Putu Sika Adi Putra, Wayan Puspa Negara, Wayan Loka Astika, Putu Dendy Astra Wijaya, dan Made Rai Wirata.

Dalam rapat tersebut, Lanang Umbara menilai, kinerja keuangan daerah tergolong positif.

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Serahkan SK 25 Kepala Sekolah, Tekankan Integritas dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Rata-rata serapan anggaran OPD berada pada kisaran 75 hingga 90 persen. Capaian ini dinilai cukup baik di tengah berbagai penyesuaian kebijakan yang terjadi sepanjang tahun.

Meski demikian, serapan anggaran yang belum menyentuh angka maksimal tetap menjadi perhatian.

Sejumlah faktor memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari kebijakan efisiensi pemerintah pusat, adanya pegawai yang memasuki masa pensiun, hingga peralihan tenaga kontrak menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga: Pikiran dalam Dua Ruang, Keterikatan dan Pengendalian, Kunci Hidup Tenang

"Artinya, tidak ada serapan yang tidak tercapai untuk kepentingan masyarakat. Program untuk masyarakat sudah terealisasi semua," tegasnya.

Selain mengevaluasi kinerja anggaran, Pihaknya juga memberikan sejumlah catatan strategis, meliputi OPD diminta terus mengoptimalkan kinerja agar pelayanan publik semakin maksimal.

Tidak hanya itu, peningkatan sarana dan prasarana juga dinilai mendesak, termasuk penambahan fasilitas kantor dan kendaraan operasional seperti truk sampah serta armada patroli Satpol PP guna menjaga ketertiban umum.

Isu kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sorotan utama dalam rapat tersebut.

Terlebih kebutuhan SDM di Badung semakin kompleks, terutama karena daerah ini menjadi pusat pariwisata dan salah satu penopang ekonomi Bali.

Untuk itu, Komisi I DPRD Badung mendorong Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) agar aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Dewan berharap Badung mendapat diskresi atau perlakuan khusus dalam pengangkatan pegawai.

"Kita menjaga pariwisata dan keamanan ini perlu SDM yang cukup dan mumpuni," tambahnya.

Di sisi lain, Lanang Umbara menerangkan, penanganan bencana oleh BPBD Badung, khususnya terkait definisi bantuan yang dinilai belum mencakup keseluruhan kerugian masyarakat.

Hal ini pun termasuk pada sektor pertanian. Evaluasi juga diarahkan pada optimalisasi aset daerah oleh BPKAD untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi I, Wayan Puspa Negara, mengapresiasi capaian OPD selama 2025.

Hanya saja ia menekankan, pentingnya peningkatan fasilitas dan dukungan anggaran.

“Masalah infrastruktur terkait penerimaan tamu sudah ada di Badung, khusus di BKPSDM terkait ruang pertemuan segera dianggarkan ini harga diri di kabupaten Badung,” ujarnya.

Sementara itu, Made Rai Wirata turut memberikan apresiasi terhadap kinerja OPD dan mendukung penguatan sektor keamanan pariwisata.

“Penambahan security pariwisata kita akan dukung,” tegasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#dprd badug #lkpj #komisi I