Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Bhakti Penganyaran di Pura Ulun Danu Batur

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 10 April 2026 | 16:41 WIB
Pemkab Badung saat Bhakti Penganyaran saat Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4). (PROKOMPIM SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)
Pemkab Badung saat Bhakti Penganyaran saat Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4). (PROKOMPIM SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

BALIEXPRESS.ID - Sebagai wujud syukur dan komitmen menjaga keharmonisan alam, Pemkab Badung melaksanakan Bhakti Penganyaran dalam rangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4).

Prosesi ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.

Kehadiran jajaran Pemkab Badung ini merupakan bentuk bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Kahyangan Jagat tersebut.

Baca Juga: Warga Pegayaman Tagih Keadilan Ganti Rugi Shortcut 9-10, DPRD Buleleng Diminta Bertindak Tegas

Karya Ngusaba Kedasa sendiri memiliki makna mendalam bagi umat Hindu di Bali.

Setelah puncak karya pada Purnama Kedasa tanggal 2 April 2026, rangkaian upacara akan berakhir pada prosesi penyineban, 12 April mendatang.

Momentum ini menjadi ruang spiritual untuk memohon kerahayuan jagat serta kelestarian sumber air Danau Batur sebagai penopang kehidupan.

Baca Juga: Pembangunan Gedung Baru DPRD Badung Berlanjut, Tender Dimulai April 2026

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran upacara, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan punia sebesar Rp 150 juta yang diterima langsung oleh Manggala Karya, Jero Gede Batur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan, Bhakti Penganyaran ini adalah bukti nyata tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keberlanjutan sumber daya alam Bali.

“Melalui Bhakti Penganyaran ini, kami berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga sumber kehidupan, khususnya air dan kesuburan alam. Ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud tanggung jawab moral untuk mewariskan Bali yang lestari kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: Wayang, Museum, dan Upaya Menghidupkan Ingatan dalam Festival Wayang Bali Utara

Sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat utama, Bupati Adi Arnawa juga menekankan peran sentral Pura Ulun Danu Batur dalam tatanan spiritual masyarakat.

Terlebih Pura Ulun Danu Batur merupakan tempat memohon kepada Ida Betari Dewi Ulun Danu sebagai manifestasi penguasa danau serta sumber air kehidupan.

“Nilai-nilai dalam Karya Ngusaba Kedasa menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas," ungkap Adi Arnawa.

Turut hadir dalam persembahyangan bersama tersebut Sekda Badung IB. Surya Suamba, jajaran pimpinan OPD, Ketua WHDI Kabupaten Badung Ny. Yunita Alit Sucipta, ASN di lingkungan Pemkab Badung, serta perwakilan PHDI, MDA, dan Listibya Kabupaten Badung. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#batur #bagus alit sucipta #Adi Arnawa