BALIEXPRESS.ID – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Bali guna menjaga daya saing pariwisata daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perhubungan, Rabu (8/4/2026).
Dalam pemaparannya, Koster menegaskan posisi strategis Bali sebagai destinasi pariwisata dunia dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Ia menyebut, jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 16,3 juta orang, dengan kontribusi devisa pariwisata Bali mencapai sekitar 55 persen dari total nasional.
“Bali berkembang sebagai destinasi pariwisata utama berkelas dunia,” ujar Koster.
Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi penopang utama ekonomi daerah dengan kontribusi mencapai 66 persen terhadap perekonomian Bali.
Sejumlah indikator makro pembangunan Bali juga menunjukkan capaian positif, seperti pertumbuhan ekonomi 5,82 persen, tingkat kemiskinan 3,42 persen, serta pengangguran 1,45 persen—terendah secara nasional.
Namun demikian, Koster menegaskan berbagai tantangan serius yang dihadapi Bali saat ini, mulai dari persoalan lingkungan hingga keterbatasan infrastruktur.
“Alih fungsi lahan sawah terus meningkat, sampah semakin banyak, kerusakan ekosistem lingkungan, ancaman ketersediaan air bersih, dan kemacetan semakin tinggi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti persoalan sosial dan budaya yang turut menjadi perhatian, seperti meningkatnya praktik pembelian aset menggunakan nama warga lokal, hingga ancaman terhadap kelestarian budaya Bali.
“Penodaan tempat-tempat suci semakin meningkat, serta rusaknya pakem dan keorisinilan budaya Bali,” tegas Koster.
Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali mengusulkan sejumlah program prioritas strategis.
Baca Juga: Jaga Estetika Wilayah, Pemkab Badung Tertibkan Utilitas di Wilayah Darmasaba
Di antaranya pengelolaan sampah berbasis sumber hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai dibangun pada pertengahan 2026 dan beroperasi pada 2028 dengan kapasitas minimal 1.200 ton per hari.
Selain itu, pemerintah juga mendorong program penyediaan air bersih melalui pemanfaatan sumber air dari sejumlah bendungan seperti Telagawaja, Sidan, dan Titab, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata.
Di sektor energi, Bali juga diarahkan menuju kemandirian energi berbasis energi bersih melalui pembangunan pembangkit listrik berbasis gas serta pemanfaatan PLTS atap.
Sementara di bidang infrastruktur, Koster mengusulkan pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan strategis, underpass, hingga konektivitas antarwilayah, termasuk proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi yang dinilai krusial untuk mendukung mobilitas dan distribusi logistik.
Baca Juga: Beri Ruang Generasi Muda, Pemkab Gianyar Gelar Lomba Band
Mengakhiri pemaparannya, Koster menekankan urgensi percepatan pembangunan tersebut agar Bali tidak tertinggal dari destinasi wisata negara lain.
“Sudah sangat mendesak, jangan sampai terlambat, agar daya saing pariwisata Bali tidak mengalami penurunan, jangan sampai semakin tertinggal dengan negara Thailand dan Malaysia,” ujarnya.
Menanggapi paparan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program transportasi untuk membantu mengurai kemacetan di Bali.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengembangan transportasi laut berupa taksi laut yang akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata seperti Nusa Dua dan Canggu di Kabupaten Badung.
Selain itu, pemerintah juga akan mengembangkan Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng guna memperkuat konektivitas transportasi laut di Bali.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan dukungan terhadap berbagai usulan pembangunan infrastruktur yang diajukan Pemerintah Provinsi Bali.
Baca Juga: BNN Kabupaten Gianyar Gelar Grand Final Duta Pelajar Bersinar 2026
Program yang disiapkan antara lain pembangunan embung untuk ketahanan air, penanganan abrasi pantai, pengendalian banjir, serta peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan.
Kementerian Pekerjaan Umum juga memastikan keberlanjutan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi yang menjadi salah satu proyek strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah di Bali.
Menanggapi hal itu, Komisi V DPR RI menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Bali.
Seluruh anggota menilai Bali sebagai tulang punggung devisa pariwisata nasional yang memerlukan perhatian khusus.
Baca Juga: SMKN 2 Tabanan Sabet Juara Umum 1 Kejuaraan Silat Bupati Cup 2026
Dalam keputusan rapat, Komisi V DPR RI juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan untuk mengakomodasi usulan Pemerintah Provinsi Bali, termasuk pembangunan jalan strategis, penanganan sampah, pengendalian abrasi, penyediaan air bersih, serta pembangunan pelabuhan dan terminal logistik.
Rapat tersebut turut menyepakati pentingnya koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas, guna memastikan percepatan realisasi pembangunan infrastruktur di Bali berjalan optimal dan berkelanjutan.(***)
Editor : Rika Riyanti