Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sembilan Dapur MBG di Bangli Tutup Sementara, Ribuan Siswa Terdampak

I Made Mertawan • Kamis, 16 April 2026 | 06:37 WIB
Suasana di SDN 1 Bangli, Rabu (15/4/2026). Sekolah menjadi salah satu yang siswa tak dapat MBG. (I Made Mertawan/Bali Express)
Suasana di SDN 1 Bangli, Rabu (15/4/2026). Sekolah menjadi salah satu yang siswa tak dapat MBG. (I Made Mertawan/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID – Sebanyak sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangli menghentikan operasionalnya sementara. Akibatnya, ribuan siswa terdampak.

Berdasarkan informasi yang diterima Bali Express (Jawa Pos Group),  SPPG tersebut sudah tidak melayani MBG sejak sekitar sepekan terakhir. Belum dapat dipastikan kapan pelayanan akan kembali normal.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, Komang Pariartha, didampingi Kasi Kurikulum Disdikpora Bangli, I Nyoman Darmawan, membenarkan penghentian sementara tersebut.

Baca Juga: "Tugu Mayang" Raih Juara I Lomba Ogoh-Ogoh Tingkat Kabupaten Gianyar

Informasi yang ia dapatkan, langkah itu dilakukan Badan Gizi Nasional karena SPPG wajib menuntaskan dua persyaratan penting, yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Darmawan menambahkan, penutupan dilakukan serentak sekitar sepekan lalu. Dari total 12 SPPG di Bangli, pada awalnya hanya dua yang telah memenuhi syarat IPAL dan SLHS.

Sepuluh lainnya belum lengkap sehingga harus dihentikan sementara sampai persyaratan dipenuhi.

Baca Juga: Kesehatan Fisik Anggota Polres Gianyar Digembleng

“Awalnya 10 ditutup. Per hari ini, SPPG di Tembuku 2 sudah kembali melayani MBG karena persyaratannya sudah lengkap. Berarti masih ada sembilan yang belum,” jelasnya, Selasa (15/4/2026).

Ia juga memastikan bahwa hingga kini tidak ada keluhan resmi dari siswa maupun sekolah yang masuk ke Disdikpora.

Baca Juga: Dinas PMD Gianyar, Sabet Penghargaan Program JAKON Desa

Menurutnya, kemungkinan SPPG sudah melakukan komunikasi langsung dengan sekolah masing-masing. “Kalau persyaratan sudah terpenuhi, pelayanan akan dibuka kembali,” ujarnya.

SDN 1 Kawan menjadi salah satu sekolah yang siswanya terdampak penghentian MBG. Guru PJOK setempat, Made Yudha Aristayana, mengatakan MBG dihentikan sejak 8 April 2026. 

“Informasi dari SPPG, sekitar 10 hari tidak dapat MBG, tapi apakah betul 10 hari, kami belum tahu, karena belum ada informasi lanjutan,” ujar Yudha.

Ia mengakui sejumlah siswa mempertanyakan alasan mereka tidak lagi mendapat MBG, meski sekolah telah menyampaikan pengumuman sesuai informasi dari SPPG.

Hal itu wajar karena siswa sudah terbiasa menikmati menu MBG dalam suasana makan bersama. “Di awal penghentian, beberapa siswa memang menanyakannya,” kata guru yang juga pembina UKS tersebut.

Untuk sementara, sekolah mengimbau siswa membawa bekal dari rumah atau memanfaatkan kantin sekolah.

Pihak sekolah tetap memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi siswa. (*)

Editor : I Made Mertawan
#Makan Bergizi Gratis #bangli #Mbg