BALIEXPRESS.ID-Perayaan Dharma Shanti Nyepi 2026 digelar hari ini, Jumat (17/4/2026), di Art Center Denpasar, tepatnya di panggung terbuka Kalangan Ardha Candra. Kegiatan ini melibatkan ribuan umat Hindu serta tokoh masyarakat dari Bali dan berbagai daerah di Indonesia.
Acara ini turut mengundang Presiden RI yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap perayaan keagamaan dan nilai-nilai kebhinekaan di Indonesia. Selain itu, Gubernur Bali juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian acara tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial dan spiritual, tetapi juga dimeriahkan oleh pentas budaya Nusantara, dengan penampilan utama kesenian Bali sebagai identitas lokal yang kuat dalam perayaan ini.
Wakil Ketua Umum Panitia Dharma Shanti Nyepi 2026, I Nyoman Kenak, menegaskan bahwa pelaksanaan Dharma Santi di Bali memiliki makna spiritual yang mendalam, tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum penyelarasan energi semesta.
“Bali sebagai tuan rumah bukan sekadar tempat pelaksanaan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan vibrasi positif menuju harmoni,” ujar Kenak.
Ia menjelaskan, dalam konsep upakara Hindu, pelaksanaan ini dapat dimaknai sebagai bentuk Pecaruan, yakni ritual untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan niskala. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta keharmonisan yang berdampak luas.
Baca Juga: Dua Pemuda Desa Sayan Ubud Sabet Juara Sayembara Desain Logo Maskot Gianyar
Menurut Kenak, vibrasi positif yang dihadirkan tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga memberi dampak nyata bagi Bali, termasuk pada sektor ekonomi dan pariwisata.
“Energi yang tercipta dari kegiatan ini diyakini memberikan pengaruh baik bagi kehidupan masyarakat Bali, termasuk memperkuat daya tarik pariwisata,” imbuhnya.
Dharma Santi Nyepi 2026 mengusung tema Vasudeva Kutumbakam dengan penjabaran “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga. Nusantara Harmoni Indonesia Maju.” Tema ini mengandung makna bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga besar dunia, yang menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang maju, berdaya saing, serta berlandaskan nilai spiritual dan kemanusiaan universal.
Nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan identitas Bali sebagai Pulau Dewata yang dikenal menjunjung tinggi toleransi, persaudaraan, dan harmoni dalam keberagaman.
Melibatkan ribuan umat dan tokoh Hindu tingkat daerah hingga nasional, kegiatan ini menjadi momentum mempererat persatuan, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta menegaskan Bali sebagai simbol harmoni dan toleransi di mata dunia. (dik)
Editor : I Putu Mardika