Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

I Putu Puspayana, Nahkodai SMK N 1 Sukawati dengan Jargon "Metaksu"

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 17 April 2026 | 10:18 WIB
KEPSEK : Kepsek SMKN 1 Sukawati, I Putu Puspayana.
KEPSEK : Kepsek SMKN 1 Sukawati, I Putu Puspayana.

BALIEXPRESS.ID– Pagi di SMK Negeri 1 Sukawati terasa berbeda sejak kehadiran sosok I Putu Puspayana sebagai kepala sekolah. Dengan langkah tenang namun penuh keyakinan, ia membawa semangat baru yang dirangkum dalam satu kata sederhana namun sarat makna: “Metaksu”.

Lahir di Kutampi pada 14 Mei 1987, Puspayana bukan sosok yang datang tanpa pengalaman. Ia telah mengabdikan diri di dunia pendidikan selama kurang lebih 15 tahun di SMK Negeri 1 Tembuku. Rentang waktu itu membentuk karakter kepemimpinan yang matang, sekaligus memperkaya visinya dalam memajukan pendidikan kejuruan.

Kini, di lingkungan baru SMK Negeri 1 Sukawati, Puspayana memulai babak pengabdian berikutnya. Ia tidak hanya datang sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai pembawa gagasan. “Metaksu” menjadi jargon sekaligus roh dari arah kebijakan yang ingin ia bangun bersama seluruh warga sekolah.

Bagi Puspayana, “Metaksu” bukan sekadar kata. Ia adalah akronim dari Mandiri, Terampil, Kompeten, Santun, dan Unggul. "Lima nilai ini dirancang sebagai fondasi pembentukan karakter siswa, yang menurutnya harus berjalan beriringan dengan penguasaan keterampilan, " jelasnya, Jumat (17/4).

Baca Juga: Brakkk! Dua Mobil Tabrakan di Jalur Tengkorak Tabanan, Satu Orang Tewas di Lokasi

Di tengah dinamika perkembangan zaman dan tuntutan industri, ia menyadari bahwa pendidikan kejuruan tidak cukup hanya membekali siswa dengan kemampuan teknis. Ada dimensi lain yang tak kalah penting, yakni sikap dan karakter. Di sinilah “Metaksu” menemukan relevansinya.

Visi besar pun dirumuskan, terwujudnya siswa yang mandiri, terampil, kompeten, santun, dan unggul menuju daya saing global. Visi ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan arah yang ingin dicapai melalui berbagai program nyata di sekolah.

Puspayana percaya, daya saing global tidak lahir secara instan. Ia harus dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten, mulai dari disiplin, etika, hingga kemampuan beradaptasi. "Karena itu, kami mendorong terciptanya budaya sekolah yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkarakter, " imbuh pria asli Nusa Penida ini.

Di ruang-ruang kelas hingga bengkel praktik, semangat “Metaksu” mulai ditanamkan. Guru dan siswa diajak untuk memahami bahwa keberhasilan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga proses pembentukan diri. Setiap langkah kecil dianggap sebagai bagian dari perjalanan besar menuju keunggulan.

Perjalanan ini tentu tidak mudah. Namun dengan pengalaman panjang yang dimiliki, Puspayana optimistis mampu mengajak seluruh elemen sekolah bergerak bersama. Ia percaya, kolaborasi dan komitmen adalah kunci untuk mewujudkan perubahan yang berkelanjutan. Terlebih ia menjadi Kepala Sekolah belum genap setahun.

Pada akhirnya, “Metaksu” bukan hanya milik SMK Negeri 1 Sukawati, tetapi juga menjadi cerminan harapan akan lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga santun dan berdaya saing. Dari Sukawati, semangat itu perlahan tumbuh, menatap masa depan yang lebih luas di kancah global.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Pemprov Bali #smkn 1 sukawati